Azzahro, Hasna Khumairoh (2025) Bimbingan kelompok berlandaskan reflektif untuk meningkatkan Self-Disclosure siswa: Studi kasus di Sekolah Menengah Pertama Negeri 46 Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (158kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (641kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab 1.pdf Download (373kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (384kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (432kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (232kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (193kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fenomena rendahnya keterbukaan diri (self-disclosure) pada sebagian siswa mengakibatkan hambatan dalam interaksi sosial dan perkembangan psikososial mereka. Observasi awal dan wawancara dengan guru BK menunjukkan adanya siswa yang cenderung menutup diri, enggan berbagi pikiran dan perasaan, bahkan menghindari keterlibatan dalam kegiatan sosial di sekolah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menerapkan bimbingan kelompok berbasis reflektif yang memberikan ruang aman bagi siswa untuk mengungkapkan diri serta merefleksikan pengalaman pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik tingkat self-disclosure siswa di SMP Negeri 46 Bandung, (2) Mendeskripsikan proses pelaksanaan bimbingan kelompok berbasis reflektif untuk meningkatkan self-disclosure siswa, dan (3) Mendeskripsikan hasil pelaksanaan bimbingan kelompok berbasis reflektif terhadap peningkatan self-disclosure siswa. Teori utama yang digunakan adalah teori psikososial Erik Erikson, khususnya tahap perkembangan identity vs. role confusion yang menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas pribadi dan sosial. Krisis identitas yang tidak terselesaikan pada tahap ini dapat menghambat keterbukaan diri dalam berinteraksi. Untuk memperkuat analisis, penelitian ini juga mengacu pada teori self-disclosure dari Sidney M. Jourard yang memandang keterbukaan diri sebagai proses interpersonal yang penting bagi pembentukan hubungan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pegumpulan data diperoleh melalui guru Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Negeri 46 Bandung dan siswa kelas VIIII melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik self-disclosure siswa bervariasi, mulai dari yang sangat terbuka, cukup terbuka, hingga sangat tertutup, dengan pengaruh dari faktor pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial. (2) Pelaksanaan bimbingan kelompok berlandaskan reflektif dilaksanakan melalui tahap pembukaan, kegiatan inti reflektif, dan penutup yang berfokus pada sharing pengalaman dan muhasabah diri. (3) Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan keterbukaan diri siswa yang ditandai dengan keberanian menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan Kelompok; Berlandaskan Reflektif; Self-disclosure; Remaja |
| Subjects: | Educational Institutions, Schools and Their Activities > Student Guidance and Counseling Educational Institutions, Schools and Their Activities > Students |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Hasna Nana Azzahra |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 02:33 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 03:33 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/125859 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



