Nisa, Zahrotun (2025) Adab penyampaian dan penerimaan hadis pada era digital: Studi literasi media sosial Instagram. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover Tesis.pdf Download (418kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf Download (469kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
DOC-20260126-WA0013. (3).pdf Download (255kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (258kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (888kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (907kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (804kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (391kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (928kB) |
Abstract
Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat Muslim dalam mengakses, menyampaikan, dan menerima hadis. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial populer, menjadi ruang baru bagi penyebaran nilai-nilai agama, termasuk hadis Nabi. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena di satu sisi membuka peluang dakwah yang lebih luas, namun di sisi lain menimbulkan persoalan terkait keabsahan, otoritas, dan adab periwayatan hadis. Penelitian ini berupaya menganalisis adab penyampaian dan penerimaan hadis di era digital dengan menjadikan kaidah tahammul wa al-ada’ sebagai lensa utama, serta menempatkan literasi digital sebagai instrumen pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap penyampai dan penerima hadis di Instagram serta observasi konten unggahan yang memuat hadis. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles & Huberman, serta dilengkapi triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penyampaian dan penerimaan hadis di Instagram memiliki kesamaan sekaligus perbedaan dengan tradisi klasik. Dari sisi kesamaan, aktivitas membaca unggahan hadis dapat dianalogikan dengan al-qira’ah, mendengar konten audio-visual dengan al-sama’, dan menemukan hadis dari postingan tanpa sanad mirip dengan al-wijadah. Namun, dari sisi perbedaan, banyak konten hadis yang disajikan tanpa sumber kitab, tanpa penjelasan derajat, serta tanpa konteks, sehingga menyimpang dari prinsip amanah ilmiah dalam tahammul wa al-ada’. Penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran otoritas, di mana popularitas akun dan algoritma media sosial lebih berpengaruh dibanding otoritas keilmuan. Simpulannya, prinsip tahammul wa al-ada’ tetap relevan sebagai tolok ukur penyampaian dan penerimaan hadis di era digital. Nilai-nilai seperti kehati-hatian, amanah, dan tanggung jawab ilmiah harus diadaptasi dalam ruang digital, agar dakwah hadis tidak hanya viral tetapi juga terjamin keotentikannya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | hadis; tahammul wa al-ada’; adab periwayatan; Instagram; literasi digital |
| Subjects: | Al-Hadits dan yang Berkaitan Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits Al-Hadits dan yang Berkaitan > Dirayah/Ilmu tentang Keotentikan Hadits |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Zahrotun Nisa |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 03:32 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 06:24 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127069 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



