Hidayat, Taopik (2025) Mahdiisme dalam perspektif sejarah: Studi pemikiran Abdurrahman Wahid pada tahun 1977. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (92kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (59kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (73kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (289kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (316kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (127kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (136kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pemikiran mengenai Mahdiisme telah menjadi bagian integral dari wacana keislaman dibeberapa kelompok Islam terkhusus pada kelompok Syiah dan Sunni, dengan berbagai macam tafsir yang meliputinya sepanjang sejarah Islam. Di Indonesia sendiri, konsep Mahdiisme acapkali dipahami dalam kerangka eskatologis yang bersifat literal, berpadu dengan kearifan lokal semisal Ratu Adil, dan seringkali menjadi justifikasi gerakan sosial maupun politis yang bersifat apokaliptik. Abdurrahman Wahid yang berperan sebagai tokoh intelektual Muslim Indonesia memberikan suatu pendekatan yang berbeda dalam menyikapi fenomena Mahdiisme ini. Menurutnya Mahdiisme jangan dipandang sebagai doktrin yang pasif dengan mengartikannya sebagai proses penantian sang juru selamat, melainkan harus dimaknai sebagai simbol perjuangan etis dalam menegakan keadilan dan kesejahteraan sosial dalam konteks keindonesiaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa secara mendalam bagaimana Gus Dur memahami konsep Mahdiisme didalam karya-karyanya, khususnya sekitar tahun 1977, serta bagaimana pemikiran tersebut berakar pada dinamika sosial-politik Indonesia pada masa itu. Selain itu juga, penelitian ini memiliki tujuan untuk memetakan posisi Gus Dur didalam sejarah intelektual Islam di Indonesia, dengan menganikan gagasannya mengenai Mahdiisme dengan kecenderungan pemikiran Islam tradisional, modernis, serta jaringan intelektual baru di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah sosial intelektual. Metode heuristik digunakan dalam menghimpun sumber baik primer yaitu berupa tulisan Gus Dur, artikel media massa juga sumber sekunder berupa literatur pendukung yang membahas mengenai pemikiran Islam terkait Mahdiisme. Kritik sumber dilakukan secara intern dan ekstern dalam menilai keontetikan sebuah sumber. Interpretasi dilakukan dengan memadukan antara teori sejarah sosial-intelektual dengan teori tafsir simbolik yang bertujuan dalam menginterpretasi bagaimana Gus Dur membaca konsep Mahdiisme sebagai simbol moral kontekstual dengan realitas sosial Indonesia. Serta historiografi disusun dari narasi pemikiran Gus Dur dalam bingkai perkembangan sejarah Islam Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pemikiran Gus Dur mengenai Mahdiisme menepati posisi yang khas dan moderat diantara dua kutub pemahaman. Disatu sisi Gus Dur dengan tegas menolak segala bentuk tafsir literalistik-fatalistik, disisi lain ia mengkritisi pendekatan revolusioner-apokaliptik yang bersifat militan. Gus Dur memaknai Mahdiisme sebagai simbol moral yang mendorong umat Islam untuk membangun kesadaran kritis dan aktif terlibat dalam perjuangan sosial yang berbasis pada nilai-nilai keadilan dan kemnusiaan. Dalam sejarah intelektual Islam, Gus Dur berhasil membumikan Mahdiisme kedalam konteks keindonesiaan yang prular dan demokratis, sehingga pemikirannya abadi sepanjang sejarah Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Abdurrahman Wahid; Mahdiisme; Mahdiisme dan Perubahan Sosial |
| Subjects: | Critical Appraisal of More Than Two Literatures Critical Appraisal of More Than Two Literatures > Fiction Writers History of Southeast Asia > Period 1970 -1999 |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Taopik Hidayat |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 07:07 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 07:07 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127485 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



