Adiwijaya, Masdi (2026) Ritual birokrasi: Performativitas kerukunan dalam praktik forum kerukunan umat beragama Jawa Barat. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
masdi 1 cover.pdf Download (220kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
masdi 2 abstrak.pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
masdi 10 plagiat.pdf Download (73kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
masdi 3 daftar isi.pdf Download (202kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
masdi 4 bab 1.pdf Download (513kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
masdi 5 bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
||
|
Text (BAB III)
masdi 6 bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
||
|
Text (BAB IV)
masdi 7 bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
masdi 8 bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
masdi 9 daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
masdi 11 lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis praktik ritual birokrasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jawa Barat dengan fokus di Kota Bandung dan Kabupaten Garut. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, ditemukan bahwa ritus-ritus FKUB—seperti doa lintas iman, deklarasi damai, audiensi rumah ibadah, hingga festival lintas agama—memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi simbolik yang membangun citra kerukunan melalui publikasi media dan representasi di ruang publik. Kedua, fungsi pragmatis yang meredam konflik, membuka ruang dialog, serta meneguhkan legitimasi simbolik bagi kelompok minoritas. Namun, praktik ini bersifat ambivalen: di satu sisi menciptakan harmoni simbolik yang menenangkan, di sisi lain berpotensi membekukan ketidaksetaraan struktural. Temuan ini menegaskan bahwa FKUB berperan sebagai instrumen hegemonik negara yang menampilkan kerukunan seremonial, tetapi belum sepenuhnya menjamin keadilan substantif. Dengan demikian, kerukunan di Jawa Barat harus dipahami sebagai arena dialektis antara seremonial dan substansial. Penelitian ini merekomendasikan agar FKUB memperluas ruang deliberatif, pemerintah merevisi regulasi diskriminatif, dan akademisi mengembangkan kerangka teoritis berbasis konteks lokal.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritual Birokrasi; Performatifitas Kerukunan; Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB); Kerukunan Antarumat Beragama; Praktik Birokrasi Keagamaan; Politik Kerukunan; Tata Kelola Keagamaan |
| Subjects: | Doctrines of Religions Islam > Apologetics and Polemics Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam > Islam tentang Agama dan Aliran Lain, Hubungan Islam dengan Agama dan Aliran Lain |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Studi Agama Agama |
| Depositing User: | masdi adiwijaya |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 01:48 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 01:48 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128186 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



