Firdaus, Rafli (2026) Kualitas sanad dan pemahaman hadis tentang gambar dalam dunia fotografi, pada fatwa Yusuf al-Qaradawi : kitab Fatawa Mu’ashirah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover (4).pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (121kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagarism.pdf Download (304kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.pdf Download (225kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_BAB.pdf Download (384kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_BAB2.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_BAB3.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_BAB4.pdf Restricted to Registered users only Download (668kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_BAB5.pdf Restricted to Registered users only Download (161kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sanad dan pemahaman hadis-hadis tentang larangan gambar (taṣwīr) dalam kaitannya dengan praktik fotografi modern, melalui kajian terhadap pandangan Yusuf al-Qaradawi dalam Fatāwā Mu‘āṣirah. Masalah utama yang dikaji mencakup: (1) kualitas sanad hadis-hadis larangan gambar; dan (2) bagaimana al-Qaradawi memahami hadis tersebut dalam konteks perkembangan teknologi fotografi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan takhrij, jarḥ wa ta‘dīl, dan kritik sanad-matan. Data primer bersumber dari kitab hadis klasik seperti Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, serta Fatāwā Mu‘āṣirah karya Yusuf al-Qaradawi, sedangkan data sekunder berasal dari literatur hadis, fikih, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad hadis-hadis pokok larangan gambar memiliki kualitas sahih dengan sanad bersambung dan periwayat terpercaya. Namun, analisis matan dan maqāṣid menunjukkan bahwa larangan tersebut berkaitan dengan aspek keserupaan terhadap penciptaan makhluk dan kekhawatiran terhadap unsur pengagungan. Al-Qaradawi menegaskan bahwa fotografi tidak termasuk dalam kategori gambar terlarang, karena tidak menciptakan bentuk baru, tetapi hanya menangkap pantulan realitas. Dengan demikian, fotografi modern dapat dikategorikan mubah selama tidak mengandung unsur maksiat atau pengkultusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman maqāṣid al-sya¬rī‘ah memberikan ruang kontekstualisasi hukum gambar sehingga relevan dengan perkembangan teknologi digital, namun tetap berada dalam koridor prinsip syariat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kritik sanad; kritik matan, taṣwīr; fotografi, Yusuf al-Qaradawi; Fatawa Mu’ashirah |
| Subjects: | Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kritik terhadap Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Asep Firdaus |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 01:58 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 06:33 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



