Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik overclaim pada platform tiktok shop dihubungkan dengan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen: Studi pada akun Bass Perabotan

Hanifa, Elva (2026) Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik overclaim pada platform tiktok shop dihubungkan dengan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen: Studi pada akun Bass Perabotan. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
Cover.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
Keterangan bebas plagiarism.pdf

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB 1.pdf

Download (435kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (560kB)
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (397kB)
[img] Text (BAB V)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (489kB)

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mendorong pertumbuhan pesat platform e-commerce, termasuk TikTok Shop yang menggabungkan konten hiburan dengan fitur jual beli secara daring. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul praktik overclaim dalam periklanan yang berpotensi merugikan konsumen. Salah satu contohnya adalah akun Bass Perabotan yang menggunakan klaim visual “Obral perabot Rp10.000 hari ini saja” dalam siaran langsungnya padahal harga tersebut hanya berlaku untuk sebagian kecil produk, sehingga menimbulkan pertanyaan atas keabsahannya dari perspektif hukum ekonomi syariah dan perlindungan konsumen di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk praktik overclaim yang dilakukan oleh akun Bass Perabotan di platform TikTok Shop, menganalisis tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap akad jual beli dan praktik overclaim tersebut serta mengkaji tinjauan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap praktik overclaim yang dilakukan akun Bass Perabotan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Jenis penelitian ini bersifat yuridis empiris yang menggabungkan kajian normatif terhadap peraturan perundang-undangan dengan data lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung kepada pemilik akun Bass Perabotan dan para konsumen, dokumentasi terhadap aktivitas siaran langsung di TikTok Shop, serta studi pustaka terhadap literatur hukum ekonomi syariah dan hukum perlindungan konsumen. Landasan teoritis penelitian ini mencakup teori hukum ekonomi syariah beserta prinsip akad jual beli dan akad samsarah untuk menilai keabsahan transaksi. selanjutnya, menggunakan teori maqashid syariah sebagai tolak ukur kesesuaian praktik dengan prinsip keadilan, kejujuran. Secara yuridis, digunakan teori perlindungan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 untuk menganalisis praktik overclaim dari perspektif hukum positif terkait hak konsumen, kewajiban pelaku usaha, serta larangan iklan menyesatkan dan penerapan sanksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik overclaim akun Bass Perabotan dilakukan melalui melalui tahapan pembuatan akun, penyusunan strategi visual dan pengaturan etalase, pelaksanaan siaran langsung sebagai media promosi, hingga konsumen melakukan pengecekan etalase dan transaksi (checkout). Akad jual beli pada praktik ini sah menurut Hukum Ekonomi Syariah, namun praktik promosinya belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip HES, tujuan maqashid syariah, serta ketentuan fatwa tentang akad samsarah.. Dari sisi hukum positif, praktik ini melanggar sebagian ketentuan UU No. 8 Tahun 1999 terkait hak konsumen atas informasi yang jujur dan larangan iklan menyesatkan. Adapun untuk sanksi yang sesuai adalah penghentian iklan menyesatkan dan perbaikan sistem promosi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Overclaim; TikTok Shop; Hukum Ekonomi Syariah; Perlindungan Konsumen
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah
Depositing User: Elva Hanifa
Date Deposited: 04 May 2026 03:58
Last Modified: 04 May 2026 03:58
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130690

Actions (login required)

View Item View Item