Nurcahya, Yan (2026) Perkembangan arsitektur Masjid Raya Bandung dan Masjid Raya Cipaganti di Kota Bandung (1973-2003): Studi sejarah-arkeologi komparatif. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
cover1.pdf Download (267kB) | Preview |
|
|
Text
YAN NURCAHYA.pdf Download (438kB) |
||
|
Text
3_daftar isi (1).pdf Download (415kB) | Preview |
|
|
Text
4_BAB 1-1.pdf Download (480kB) |
||
|
Text
5_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (400kB) | Request a copy |
||
|
Text
6_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (743kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_BAB IV-1.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_Daftar Pustaka (1).pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
||
|
Text
tesis lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas perkembangan arsitektur Masjid Raya Bandung dan Masjid Raya Cipaganti pada periode 1973–2003 melalui pendekatan sejarah-arkeologi komparatif. Kedua masjid tersebut dipilih karena mewakili dua tipologi dan fase perkembangan arsitektur Islam yang berbeda di Kota Bandung: Masjid Raya Bandung sebagai pusat religius kota yang mengalami modernisasi besar, dan Masjid Raya Cipaganti sebagai masjid komunitas yang mempertahankan karakter historisnya sejak era kolonial. Periode 1973–2003 menggambarkan masa penting dalam dinamika arsitektur masjid di Bandung, ditandai oleh ekspansi kota, pertumbuhan populasi, serta intensifikasi pembangunan ruang publik perkotaan. Faktor-faktor tersebut mendorong perubahan bentuk fisik, orientasi fungsi, dan simbolisme arsitektur kedua masjid. Pada saat yang sama, modernisasi perencanaan kota dan meningkatnya kebutuhan ruang ibadah memunculkan berbagai intervensi desain, mulai dari renovasi struktural hingga penataan lanskap religius di sekitarnya. Metode penelitian menggabungkan pendekatan historis melalui dokumentasi arsip, laporan renovasi, dan catatan kebijakan regional, serta pendekatan arkeologi bangunan untuk menelusuri jejak material, transformasi morfologi, dan elemen arsitektural yang berubah. Data visual berupa foto lama, gambar denah, dan dokumentasi lapangan turut digunakan untuk mengidentifikasi pola perubahan yang terjadi secara bertahap maupun secara radikal pada kedua masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Raya Bandung mengalami transformasi arsitektur yang signifikan, terutama melalui pembaruan bentuk kubah, perluasan ruang utama, dan penataan ulang kawasan alun-alun sebagai ruang publik religius. Sementara itu, Masjid Raya Cipaganti mempertahankan struktur inti berupa atap tumpang, pola ruang tradisional, dan identitas arsitektur kolonial yang dipengaruhi estetika Indo-Islam. Perbedaan orientasi perubahan ini menunjukkan adanya pengaruh kuat dari fungsi sosial masjid, peran komunitas, serta kebijakan pemerintah daerah dalam menentukan arah perkembangan arsitektural.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Planning, Anaysis, Engineering Design Area Planning Architectural Structure Architectural Structure > Roof Structures |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mr Yan Nurcahya |
| Date Deposited: | 07 May 2026 07:28 |
| Last Modified: | 07 May 2026 07:28 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130801 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



