Azkia, Agnia Nurul (2026) Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap jual beli garam ruqyah di aplikasi Tiktok Shop. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (240kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (236kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarisme.pdf Download (241kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (146kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (556kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (715kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (635kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (220kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (701kB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan perdagangan digital mendorong munculnya penjualan produk bernuansa religius, salah satunya garam ruqyah di aplikasi TikTok Shop. Garam ruqyah dipromosikan sebagai garam yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan diklaim memiliki manfaat spiritual tertentu. Praktik ini menimbulkan persoalan mengenai kejelasan objek akad serta kesesuaiannya dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah, khususnya terkait unsur gharar dan etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik pelaksanaan jual beli garam ruqyah pada aplikasi TikTok Shop serta untuk menganalisis kedudukan hukumnya berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Kerangka teori dalam penelitian ini meliputi akad salam, maqashid al-syari’ah, dan etika bisnis Islam. Akad salam digunakan untuk menganalisis mekanisme transaksi, sedangkan maqashid al-syari’ah digunakan untuk menilai kemaslahatan transaksi dalam aspek menjaga agama, akal, dan harta. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan prinsip etika bisnis Islam seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan transparansi dalam menilai praktik pemasaran serta klaim manfaat produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif analitis. Data yang digunakan berupa data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dengan penjual dan pembeli garam ruqyah sebagai data primer, serta melalui studi kepustakaan sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan di lapangan dengan teori akad, khususnya akad salam, serta prinsip-prinsip etika bisnis Islam yang meliputi kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab dalam praktik jual beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme transaksi jual beli garam ruqyah memiliki kesamaan dengan akad salam karena pembayaran dilakukan di awal dan barang diserahkan kemudian. Namun, terdapat ketidakjelasan pada objek akad karena nilai utama transaksi lebih menekankan manfaat spiritual dari “ruqyah” dibanding garam sebagai barang fisik. Ditinjau dari maqashid al-syari’ah dan prinsip etika bisnis Islam, praktik tersebut berpotensi mengandung unsur gharar, eksploitasi keyakinan konsumen, serta tidak sepenuhnya memenuhi prinsip kejujuran dan transparansi. Oleh karena itu, jual beli garam ruqyah lebih cenderung tidak diperbolehkan apabila unsur spiritual dijadikan nilai jual utama melalui klaim yang berlebihan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Etika Bisnis Islam; Garam Ruqyah; Gharar; Hukum Ekonomi Syariah; Maqashid al-Syari’ah; TikTok Shop |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Agnia Nurul Azkia |
| Date Deposited: | 13 May 2026 07:54 |
| Last Modified: | 13 May 2026 07:54 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131493 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



