Aulia, Sofi (2026) Hubungan spiritual well being dengan Loneliness pada anak Broken Home di MTs Negeri 3 Cianjur. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
cover.pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text
SK BEBAS PLAGIASM.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (326kB) | Preview |
|
|
Text
bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (475kB) |
||
|
Text
bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (428kB) |
||
|
Text
bab 4 .pdf Restricted to Registered users only Download (394kB) |
||
|
Text
bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf Restricted to Registered users only Download (271kB) |
||
|
Text
LAMPIRAN .pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi siswa yang berasal dari keluarga broken home yang rentan mengalami berbagai permasalahan psikologis, salah satunya adalah loneliness. Di sisi lain, spiritual well-being dipandang sebagai salah satu aspek yang dapat membantu individu memperoleh ketenangan batin dan makna hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi spiritual well-being, kondisi loneliness, serta hubungan antara spiritual well-being dengan loneliness pada siswa MTs Negeri 3 Cianjur yang berasal dari keluarga broken home. Kerangka berpikir dalam penelitian ini didasarkan pada teori Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa kesejahteraan spiritual merupakan kondisi individu yang ditandai oleh kemampuan mengenal diri (ma'rifat al-nafs), mengenal Allah (ma'rifatullah), mengenal dunia (ma'rifat al-dunya), dan mengenal akhirat (ma'rifat al-akhirah) sebagaimana dijelaskan dalam Kimiya as-Sa'adah karya Imam Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah siswa MTs Negeri 3 Cianjur yang berasal dari keluarga broken home, dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian berupa skala Spiritual Well-Being yang disusun berdasarkan konsep Imam Al-Ghazali dalam kitab Kimiya al-Sa'adah yang meliputi aspek ma'rifat al-nafs, ma'rifatullah, ma'rifat al-dunya, dan ma'rifat al-akhirah, serta skala Loneliness yang diadaptasi dari UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dikembangkan oleh Russell. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritual well-being siswa broken home berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 33 responden (61,11%), sedangkan 21 responden (38,89%) berada pada kategori tinggi dan tidak terdapat responden pada kategori rendah. Tingkat loneliness berada pada kategori rendah, yaitu sebanyak 17 responden (31,48%), sedangkan 36 responden (66,67%) berada pada kategori sedang dan 1 responden (1,85%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,101 dengan nilai signifikansi sebesar 0,466 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara spiritual well-being dengan loneliness pada siswa MTs Negeri 3 Cianjur yang berasal dari keluarga broken home. Temuan ini menunjukkan bahwa loneliness pada remaja broken home kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dukungan sosial, hubungan keluarga, dan lingkungan pergaulan. Kerangka berpikir dalam penelitian ini didasarkan pada teori Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa kesejahteraan spiritual merupakan kondisi individu yang ditandai oleh kemampuan mengenal diri (ma'rifat al-nafs), mengenal Allah (ma'rifatullah), mengenal dunia (ma'rifat al-dunya), dan mengenal akhirat (ma'rifat al-akhirah) sebagaimana dijelaskan dalam Kimiya as-Sa'adah karya Imam Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah siswa MTs Negeri 3 Cianjur yang berasal dari keluarga broken home, dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian berupa skala Spiritual Well-Being yang disusun berdasarkan konsep Imam Al-Ghazali dalam kitab Kimiya al-Sa'adah yang meliputi aspek ma'rifat al-nafs, ma'rifatullah, ma'rifat al-dunya, dan ma'rifat al-akhirah, serta skala Loneliness yang diadaptasi dari UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dikembangkan oleh Russell. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritual well-being siswa broken home berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 33 responden (61,11%), sedangkan 21 responden (38,89%) berada pada kategori tinggi dan tidak terdapat responden pada kategori rendah. Tingkat loneliness berada pada kategori rendah, yaitu sebanyak 17 responden (31,48%), sedangkan 36 responden (66,67%) berada pada kategori sedang dan 1 responden (1,85%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,101 dengan nilai signifikansi sebesar 0,466 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara spiritual well-being dengan loneliness pada siswa MTs Negeri 3 Cianjur yang berasal dari keluarga broken home. Temuan ini menunjukkan bahwa loneliness pada remaja broken home kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dukungan sosial, hubungan keluarga, dan lingkungan pergaulan. Kata Kunci: Broken Home, Imam Al-Ghazali, Loneliness, Remaja, Spiritual Well Being.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Islam > Sufi Orders |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Sofi Aulia |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 03:30 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 03:30 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



