Sistem pengasuhan santri berbasis bimbingan dan konseling dalam mewujudkan kemandirian intelektual :penelitian di pondok pesantren Riyadlul Ulum wadda’wah condong dan Al amin Tasikmalaya

Mahmudin, Wildan (2026) Sistem pengasuhan santri berbasis bimbingan dan konseling dalam mewujudkan kemandirian intelektual :penelitian di pondok pesantren Riyadlul Ulum wadda’wah condong dan Al amin Tasikmalaya. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK PLAGIARISME)
3_skplagiarisme.pdf

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (329kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (488kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (912kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (229kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (263kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Bahasa Indonesia: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian santri, termasuk dalam pengembangan kapasitas intelektual. Namun, secara empiris sistem pengasuhan masih cenderung berfokus pada disiplin dan kepatuhan, sementara kemandirian intelektual santri belum berkembang optimal. Selain itu, layanan bimbingan dan konseling (BK) sering diposisikan sebagai layanan remedial yang terpisah dari pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Implementasi sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling; 2) Evaluasi implementasi sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling; 3) Faktor pendukung dan penghambat sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling; 4) Kontribusi sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling dalam mewujudkan kemandirian intelektual di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong dan Al Amin Tasikmalaya. Penelitian ini berlandaskan pada kerangka teori pola asuh perkembangan dari Elizabeth B. Hurlock, teori Bimbingan dan Konseling perkembangan dari Edwin C. Tolbert, kemandirian intelektual dari Robert J. Havighurst, kecakapan berpikir dari Benjamin S. Bloom, serta konsep pendidikan Islam dari Imam Al-Ghazali yang meliputi tahapan Takhalli, Tahalli, dan Tajalli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pimpinan, pengasuh, ustadz, konselor dan satri di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong dan Al Amin Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling dalam mewujudkan kemandirian intelektual di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong dan Al Amin Tasikmalaya terintegrasi dengan layanan BK, tidak hanya menekankan disiplin, tetapi juga mengembangkan kemandirian intelektual melalui pendekatan individual, kelompok, dan klasikal yang mendorong berpikir kritis, analitis, dan reflektif. Evaluasi implementasi sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling dalam mewujdukan kemandirian intelektual di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong dan Al Amin Tasikmalaya bersifat berkelanjutan, reflektif, kolaboratif, dan berbasis data, dengan perbedaan fokus: Condong lebih operasional, sedangkan Al Amin lebih sistemik, sehingga evaluasi berfungsi sebagai kontrol mutu sekaligus sarana pembelajaran. Faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling dalam mewujdukan kemandirian intelektual di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong dan Al Amin Tasikmalaya meliputi dukungan struktur, kompetensi konselor, sinergi pendidik, partisipasi santri, lingkungan kondusif, kepemimpinan, dan budaya terbuka, dengan hambatan berupa keterbatasan waktu dan tenaga, kurangnya pelatihan, rendahnya partisipasi, minim dukungan orang tua, budaya komunikasi hierarkis, serta keterbatasan fasilitas dan koordinasi. Kontribusi sistem pengasuhan santri berbasis Bimbingan dan Konseling dalam mewujdukan kemandirian intelektual di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong dan Al Amin Tasikmalaya signifikan dalam membentuk kemandirian intelektual melalui penguatan kemampuan berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif, peningkatan kemampuan argumentasi dan pengambilan keputusan, serta pembentukan karakter reflektif pada aspek kognitif, afektif, dan spiritual.   English: This study is motivated by the fact that Islamic boarding schools (pesantren) play an important role in shaping students’ personalities, including the development of their intellectual capacity. However, empirically, the student care system still tends to focus on discipline and obedience, while students' intellectual independence has not been optimally developed. In addition, guidance and counseling (GC) services are often positioned as remedial services separate from the caregiving system. This study aims to analyze: (1) the implementation of a student care system based on guidance and counseling; (2) the evaluation of its implementation; (3) the supporting and inhibiting factors; and (4) the contribution of the guidance and counseling-based care system in realizing intellectual independence at Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong and Al Amin Islamic Boarding Schools in Tasikmalaya. This study is grounded in the theoretical framework of developmental parenting patterns by Elizabeth B. Hurlock, developmental guidance and counseling theory by Edwin C. Tolbert, intellectual independence from Robert J. Havighurst, thinking skills taxonomy by Benjamin S. Bloom, and Islamic educational concepts from Imam Al-Ghazali, which include the stages of Takhalli, Tahalli, and Tajalli. This research uses a qualitative approach with a case study method through observation, interviews, and documentation involving leaders, caregivers, teachers, counselors, and students at Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong and Al Amin Islamic Boarding Schools in Tasikmalaya. The results show that the implementation of a guidance and counseling-based student care system in realizing intellectual independence at both pesantren is integrated with GC services, not only emphasizing discipline but also developing intellectual independence through individual, group, and classical approaches that encourage critical, analytical, and reflective thinking. The evaluation of implementation is continuous, reflective, collaborative, and data-based, with different focuses: Condong is more operational, while Al Amin is more systemic; thus, evaluation functions not only as quality control but also as a learning instrument. Supporting and inhibiting factors include structural support, counselor competence, educator synergy, student participation, a conducive environment, leadership, and an open culture, while the obstacles include limited time and personnel, lack of training, low participation, minimal parental support, hierarchical communication culture, and limited facilities and coordination. The contribution of the guidance and counseling-based student care system in realizing intellectual independence at both pesantren is significant, as it strengthens analytical, evaluative, and creative thinking skills, improves argumentation and decision-making abilities, and fosters reflective character across cognitive, affective, and spiritual dimensions.   Arabic: تنطلق هذه الدراسة من حقيقة أن المعاهد الإسلامية (البيسانترين) تؤدي دورًا مهمًا في بناء شخصية الطلبة، بما في ذلك تنمية قدراتهم الفكرية. غير أنّ نظام الرعاية، من الناحية التطبيقية، لا يزال يميل إلى التركيز على الانضباط والطاعة، في حين لم تتطور الاستقلالية الفكرية لدى الطلبة على نحوٍ أمثل. كما أنّ خدمات الإرشاد النفسي والتربوي غالبًا ما تُعامَل كخدمات علاجية منفصلة عن منظومة الرعاية. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل: (1) تطبيق نظام رعاية الطلبة القائم على الإرشاد النفسي والتربوي؛ (2) تقويم تطبيق هذا النظام؛ (3) العوامل الداعمة والمعيقة له؛ (4) مدى إسهام هذا النظام في تحقيق الاستقلالية الفكرية في معهد رياض العلوم والدعوة كوندوغ ومعهد الأمين تاسيكمالايا. ترتكز الدراسة على إطار نظري يضم: نظرية أنماط التنشئة النمائية لإليزابيث ب. هيرلوك، ونظرية الإرشاد النمائي لإدوين س. تولبرت، ومفهوم الاستقلالية الفكرية لروبرت ج. هافغهرست، ومهارات التفكير عند بنجامين س. بلوم، إلى جانب مفهوم التربية الإسلامية لدى الإمام الغزالي الذي يشمل مراحل التخلّي والتحلّي والتجلّي. اعتمدت الدراسة منهجًا نوعيًا بأسلوب دراسة الحالة، من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق، بمشاركة القيادات والمشرفين والمعلمين والمرشدين والطلبة في معهد رياض العلوم والدعوة كوندوغ ومعهد الأمين تاسيكمالايا. أظهرت النتائج أنّ تطبيق نظام رعاية الطلبة القائم على الإرشاد النفسي والتربوي في المعهدين يتم بصورة متكاملة مع خدمات الإرشاد، بحيث لا يقتصر على ترسيخ الانضباط، بل يسهم أيضًا في تنمية الاستقلالية الفكرية عبر مداخل فردية وجماعية وصفّية تشجّع التفكير النقدي والتحليلي والتأملي. كما يتّسم تقويم هذا التطبيق بالاستمرارية والطابع التأملي والتشاركي، ويستند إلى البيانات، مع اختلاف في التركيز؛ إذ يميل معهد كوندوغ إلى الجانب التشغيلي، بينما يركّز معهد الأمين على الجانب المنهجي، مما يجعل التقويم أداةً لضبط الجودة ووسيلةً للتعلّم في آنٍ واحد. أما العوامل الداعمة والمعيقة لتطبيق هذا النظام، فتشمل دعم البنية التنظيمية، وكفاءة المرشدين، والتكامل بين المربين، ومشاركة الطلبة، وتوافر بيئة تعليمية داعمة، والقيادة، والثقافة المنفتحة. في المقابل، تتمثل المعيقات في محدودية الوقت والكوادر، وضعف التدريب، وانخفاض مستوى المشاركة، وقلة دعم أولياء الأمور، وثقافة التواصل الهرمية، إضافةً إلى محدودية المرافق وضعف التنسيق. وتبيّن الدراسة أنّ نظام رعاية الطلبة القائم على الإرشاد النفسي والتربوي يسهم إسهامًا كبيرًا في تحقيق الاستقلالية الفكرية، من خلال تعزيز مهارات التفكير التحليلي والتقييمي والإبداعي، وتنمية القدرة على الحجاج واتخاذ القرار، وبناء شخصية تأملية متوازنة في الجوانب المعرفية والوجدانية والروحية.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Uncontrolled Keywords: Pengasuhan Santri, Bimbingan Konseling, Tasikmalaya
Subjects: Knowledge > Intellectual Life
Educational Institutions, Schools and Their Activities > Student Guidance and Counseling
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Pendidikan Islam
Depositing User: Wildan Mahmudin Ewil
Date Deposited: 21 Jul 2026 13:25
Last Modified: 21 Jul 2026 13:25
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136521

Actions (login required)

View Item View Item