Febrin, Raimanda (2026) Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran pendidikan pancasila. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (250kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (231kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (260kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (330kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (338kB) |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (412kB) |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (551kB) |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (232kB) |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, di mana 21 dari 30 siswa (70%) memperoleh nilai di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diterapkannya pendekatan CRT dengan model PBL, (2) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model PBL, (3) proses pembelajaran kedua kelas, serta (4) perbandingan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kedua kelas. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment, menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas IV-A memperoleh rata-rata pretest 54,22 dan posttest 77,08 dengan N-Gain score 0,53 kategori sedang, sedangkan kelas IV-B memperoleh rata-rata pretest 42,51 dan posttest 69,17 dengan N-Gain score 0,44 kategori sedang, lalu proses pembelajaran kelas IV-A sangat aktif dengan rata-rata aktivitas guru sebesar 95% dan aktivitas siswa 97,18%, sementara kelas IV-B juga dikategorikan sangat aktif dengan rata-rata aktivitas guru sebesar 96,25% dan aktivitas siswa 96,56%, dan berdasarkan uji Mann-Whitney dengan nilai Asymp. Sig. (one-tailed) 0,0155 < α = 0,05, peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen (IV-A) lebih baik dibandingkan kelas kontrol (IV-B). Dengan demikian, penerapan pendekatan CRT dengan model PBL terbukti lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan penerapan model PBL tanpa pendekatan CRT.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Culturally Responsive Teaching; Problem Based Learning; Kemampuan Berpikir Kritis; Pendidikan Pancasila; Sekolah Dasar |
| Subjects: | Elementary Education > Other Studies for Elementary Education Elementary Education > Elementary Education in Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah |
| Depositing User: | Raimanda Febrin |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 09:04 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 09:04 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136974 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



