Azizah, Nurul (2026) Wacana dakwah tentang hasad dalam film “Almarhum”: Analisis semiotika Roland Barthes. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (236kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
lembar pernyataan 040826.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (176kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (427kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (493kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (711kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (193kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (230kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian yang berjudul Wacana Dakwah tentang Hasad dalam Film “Almarhum” (Analisis Semiotika Roland Barthes) ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial di masyarakat modern di mana penyakit hasad (iri dengki) semakin marak terjadi. Di era saat ini, tingginya budaya komparasi sosial kerap memicu rasa tidak puas yang berujung pada tindakan destruktif di dunia nyata; mulai dari ujaran kebencian, fitnah, persaingan tidak sehat, hingga memicu tindak kejahatan atau bahkan praktik klenik akibat rasa dengki yang tak tertahankan. Berbeda dengan iri positif (ghibtah) yang memicu perlombaan dalam kebaikan, hasad menjadi patologi sosial yang sangat merugikan. Fenomena inilah yang direfleksikan dalam sinema kontemporer sebagai media dakwah kultural, salah satunya melalui film Almarhum (2025). Film ini hadir sebagai objek material yang merepresentasikan secara visual wujud nyata hasad beserta dampak destruktifnya, yang menjerumuskan pelaku pada keinginan melenyapkan nikmat orang lain hingga berujung pada hilangnya nyawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merepresentasikan wacana dakwah mengenai bahaya sifat hasad melalui simbol-simbol komunikasi visual dalam film tersebut. Adapun landasan teoretis dan metodologis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif interpretatif dengan analisis semiotika Roland Barthes melalui tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian ini merumuskan tiga temuan utama. Pertama, pada tingkat denotasi, wacana dakwah tentang hasad direpresentasikan melalui 9 (sembilan) shot kunci. Elemen visual, audio, dan verbal tersebut menyoroti tatapan kebencian, keluhan komparasi nasib, praktik santet dan fitnah, hingga berujung pada kematian mengenaskan serta visualisasi nisan makam Suyoso Wijaya dan Diatri Ajeng. Kedua, pada tingkat konotasi, hasad dimaknai sebagai patologi batin kolektif akibat runtuhnya pilar tauhid dan hilangnya rasa rida terhadap takdir Allah SWT. Ketiga, pada tataran mitos, film ini mendekonstruksi mitos kekebalan pelaku kezaliman melalui hukum kausalitas spiritual atau al-jaza' min jinsil 'amal (balasan sesuai perbuatan). Kematian tragis Suyoso Wijaya dan Ajeng, yang dikukuhkan oleh visualisasi makam berdampingan, menegaskan mitos bahwa api kedengkian pasti akan berbalik menghancurkan pelakunya sendiri. Melalui ketiga tatanan tanda tersebut, film Almarhum berhasil mentransformasikan genre horor menjadi media tadzkirah (pengingat) audiovisual yang tajam mengenai bahaya hasad.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | TIDAK ADA LAMPIRAN |
| Uncontrolled Keywords: | Wacana Dakwah; Hasad; Film; Semiotika Roland Barthes |
| Subjects: | Public Performances > Motion Pictures, Movies Public Performances > Directors Public Performances > Movie Actor and Actress Public Performances > Filmscripts Public Performances > Film Reviews |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Nurul Azizah |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:57 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:53 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137163 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



