Hanifa, Silma (2026) Analisi revitilisasi lembaga kebudayaan rakyat sebagai medium aktivisme sosial dan politik: Ptudi kasus terhadap unit kegiatan mahasiswa seni rupa dan desain UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (247kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (244kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN PLAGIARISME)
Keterangan Plagiasi SUP_Silma Hanifa.pdf Download (131kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi..pdf Download (183kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (292kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (970kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (244kB) |
||
|
Text (BAB VI)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN Silma Hanifa.pdf Restricted to Repository staff only Download (20MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi nilai-nilai ideologis Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) sebagai medium aktivisme sosial dan politik di lingkungan kampus melalui studi kasus terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa dan Desain (SRD) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana SRD mereaktualisasikan semangat kolektivitas, keberpihakan, dan praksis seni sebagai alat perjuangan sosial dalam konteks politik kampus yang mengalami depolitisasi dan krisis ideologis. Dalam situasi di mana organisasi kemahasiswaan cenderung terjebak pada politik prosedural dan simbolisme kosong, SRD hadir sebagai bentuk gerakan kultural yang menggabungkan riset sosial, ekspresi artistik, dan kesadaran ideologis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap anggota SRD, pengurus organisasi kampus, serta pengamat budaya, dilengkapi dengan analisis dokumen dan observasi aktivitas kesenian. Kerangka teori utama yang digunakan adalah teori praktik sosial Pierre Bourdieu—meliputi konsep habitus, modal simbolik, dan ranah—yang dipadukan dengan teori politik alternatif John Holloway untuk menjelaskan dinamika resistensi non-struktural dalam praktik budaya mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRD UIN Bandung berhasil menghadirkan kesenian sebagai ruang politik alternatif yang menumbuhkan kesadaran kritis dan solidaritas kolektif. Nilai-nilai ideologis Lekra diaktualisasikan melalui pola kaderisasi berbasis riset, produksi karya yang berpihak pada isu sosial, dan kolektivitas dalam penciptaan. Selain itu, temuan lapangan mengungkap adanya perubahan pola partisipasi politik generasi muda yang bergerak dari struktur hierarkis menuju bentuk keterlibatan kultural yang lebih terbuka dan reflektif. Fenomena “netralitas semu” juga muncul sebagai kritik terhadap sikap apolitis di kalangan mahasiswa, di mana SRD menegaskan bahwa seni selalu memuat posisi ideologis. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi spirit Lekra melalui SRD bukan sekadar bentuk pelestarian nilai historis, tetapi juga strategi kontemporer untuk membangun politik kesadaran di ruang kampus.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lekra; cultural activism; SRD UIN Bandung; art and politics; habitus alternative politics. |
| Subjects: | Political dan Government Science Political dan Government Science > Dictionaries and Encyclopedia of Political Science Political dan Government Science > Education of Politics |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Hanifa Hanifa |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 03:44 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 03:44 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137526 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



