Hidayatuloh, Ripqi (2026) Analisis praktik etika pemasaran digital perspektif ekonomi syariah: Studi kasus program Affiliate marketing pada aplikasi TikTok. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_caver.pdf Download (222kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (235kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (223kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (195kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (518kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (646kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (307kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perkembangan program Affiliate marketing pada aplikasi TikTok membuka peluang ekonomi digital bagi kreator konten memperoleh penghasilan berbasis komisi tanpa memiliki stok barang sendiri. Namun, kemudahan tersebut memunculkan persoalan etika dalam penyampaian informasi kepada konsumen, seperti overclaim, ketidaklengkapan informasi mengenai kekurangan produk, garansi, biaya tambahan, serta ketidakjelasan status ketersediaan dan waktu pengiriman barang yang berpotensi bertentangan dengan etika pemasaran digital perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik Affiliate marketing pada aplikasi TikTok serta menganalisis kesesuaiannya berdasarkan lima prinsip etika pemasaran digital perspektif ekonomi syariah, yaitu prinsip Sidq (kejujuran) dan prinsip larangan Tadlis menurut Sula dan Kartajaya, prinsip Adl (keadilan) menurut Antonio, prinsip Bayan (transparansi) menurut Saeed et al., serta prinsip larangan Gharar menurut Ahmad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-normatif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap tujuh Affiliate dan tiga konsumen TikTok Shop serta observasi terhadap konten dan siaran langsung (live) tujuh Affiliate. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Affiliate marketing pada aplikasi TikTok berjalan sebagai ekosistem pemasaran digital yang melibatkan penjual, Affiliate, platform, dan konsumen. Implementasi prinsip Sidq, Adl, Bayan, dan larangan Tadlis masing-masing memenuhi 2 dari 4 indikator, sedangkan larangan Gharar memenuhi 2 dari 5 indikator, sehingga seluruh prinsip berada pada kategori terpenuhi sebagian. Informasi terkait kejelasan spesifiksi produk, harga, status ready stock, tidak melakukan manipulasi visual, dan tidak menggunakan testimoni palsu telah diterapkan. Namun, informasi terkait overclaim, pengungkapan kekurangan produk, biaya tambahan, mekanisme dan ketentuan transaksi, status pre-order, serta penyampaian informasi efek samping produk belum diterapkan. Dengan demikian, praktik Affiliate marketing pada aplikasi TikTok belum sepenuhnya selaras dengan prinsip etika pemasaran digital dalam perspektif ekonomi syariah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Affiliate marketing; TikTok; etika pemasaran digital; ekonomi syariah; sidq; adl; bayan; gharar; tadlis; |
| Subjects: | Occupational Ethics > Business Ethics Islam > Islam and Economics |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Program Studi Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Ripqi Hidayatuloh |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 03:03 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 03:03 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



