Kamils, Noor Muhamad Rizki (2026) Paribasa dan babasan sunda dalam tafsir ayat suci lenyepaneun karya Moh. E. Hasim: Perspektif Charles Sanders Peirce. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_COVER.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
2_ABSTRAK.pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text
Noor Muhamad Rizki Kamils Plagiasi.pdf Download (537kB) | Preview |
|
|
Text
3_DAFTAR ISI.pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text
4_BAB I.pdf Download (364kB) | Preview |
|
|
Text
5_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) |
||
|
Text
6_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (293kB) |
||
|
Text
7_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (768kB) |
||
|
Text
8_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (173kB) |
||
|
Text
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) |
||
|
Text
10_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (483kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan paribasa dan babasan Sunda dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun karya Moh. E. Hasim dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tafsir tersebut merupakan salah satu karya tafsir Nusantara berbahasa daerah yang secara khas memanfaatkan ungkapan-ungkapan budaya lokal Sunda sebagai medium penyampaian pesan-pesan Al-Qur’an. Fokus penelitian ini diarahkan pada penafsiran ayat-ayat Juz 30, dengan tujuan mengungkap alasan penggunaan paribasa dan babasan oleh Moh. E. Hasim serta menganalisis fungsi semiotik ungkapan-ungkapan tersebut dalam proses pemaknaan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun Juz 30, sedangkan sumber data sekunder meliputi buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan kajian tafsir lokal, paribasa dan babasan Sunda, serta teori semiotika Peirce. Analisis data dilakukan melalui kerangka triadik Peirce yang mencakup representamen, objek, dan interpretant untuk menyingkap relasi tanda dan makna yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penggunaan paribasa dan babasan Sunda dalam tafsir Moh. E. Hasim berfungsi sebagai tanda budaya yang efektif dalam menjembatani pesan-pesan Al-Qur’an dengan konteks sosial dan kultural masyarakat Sunda. Dalam relasi semiotik hubungan triadik peirce, paribasa dan babasan berperan sebagai representamen yang merujuk pada ajaran Al-Qur’an sebagai objek, dan menghasilkan interpretant berupa pemahaman moral, sosial, dan spiritual yang kontekstual.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tafsir Nusantara; Paribasa dan Babasan Sunda; Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun; Semiotika Charles Sanders Peirce |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Applied Linguistics > Translating and Interpreting |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Noor Muhamad Rizki Kamils |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 01:10 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 01:10 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138802 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



