Reformulasi hak-hak hukum perceraian adat di masyarakat suku Gayo dan kontribusinya terhadap Qanun Aceh

Wahyudani, Zulham (2026) Reformulasi hak-hak hukum perceraian adat di masyarakat suku Gayo dan kontribusinya terhadap Qanun Aceh. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
01.Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
02.Abstrak.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
03. keterangan bebas Plagiarism.pdf

Download (462kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
04. Daftar Isi.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
05. BAB 1.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (BAB II)
06. BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
07. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
08. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
09. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (575kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11. lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Hak dan kewajiban suami-istri, hak asuh anak, nafkah, serta pembagian harta pasca perceraian telah diatur dalam sistem hukum Indonesia secara jelas untuk menjamin kepastian hukum pada Mahkamah Syar’iyah. Namun, dalam masyarakat Suku Gayo, penyelesaian hak-hak hukum perceraian masih banyak dipengaruhi oleh mekanisme adat. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang interaksi antara hukum negara, hukum Islam, dan hukum adat yang belum sepenuhnya terumuskan secara normatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) latar belakang masyarakat Suku Gayo yang memilih menyelesaikan perceraian di luar pengadilan formal, (2) model penyelesaian perceraian dalam hukum adat Suku Gayo, (3) formulasi hak-hak hukum perceraian adat, (4) implikasi hak-hak hukum perceraian adat pada Mahkamah Syar'iyah, serta (5) reformulasi hak-hak hukum perceraian adat Suku Gayo terhadap penyusunan Qanun Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Maqāṣid al-Syarī'ah sebagai grand theory, teori sistem hukum sebagai middle theory, serta teori Receptio a Contrario sebagai applied theory untuk memahami interaksi antara hukum negara, adat, dan hukum Islam dalam konteks perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif analitis. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku perceraian, dan hakim Mahkamah Syar'iyah, serta dokumentasi peraturan hukum dan adat. Data dianalisis secara kualitatif dengan fokus pada konteks budaya, sosial, dan hukum yang memengaruhi praktik hak-hak hukum perceraian adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang masyarakat Suku Gayo memilih perceraian di luar pengadilan formal karena lebih cepat, fleksibel, dan sesuai adat Gayo. (2) Model penyelesaian perceraian dalam hukum adat dijalankan oleh lembaga Sarak Opat yang menekankan musyawarah, perdamaian, dan perlindungan hak-hak perempuan. (3) Formulasi hak-hak hukum pasca perceraian berbasis adat Gayo mencakup nafkah, harta bersama, pemeliharaan anak, perlindungan nama baik, larangan fitnah, pemulihan martabat, dan penguatan status sosial (4) Implikasi hak-hak hukum perceraian adat pada Mahkamah Syar'iyah menunjukkan ketidakpastian hukum pada hak serta kawajiban dan stigma negatif dalam sosial. (5) Reformulasi hak-hak hukum perceraian adat Suku Gayo terhadap penyusunan Qanun Aceh pada model integratif yang menempatkan adat sebagai sumber nilai, mekanisme pendampingan sosial, dan bahan pertimbangan hukum, tanpa menggeser kewenangan Mahkamah Syar’iyah. Rekomendasinya adalah reformulasi ini berkontribusi pada penyempurnaan Draft Qanun Hukum Keluarga dan Qanun Pembinaan Kehidupan Adat Istiadat agar lebih responsif terhadap keadilan substantif, nilai hukum yang hidup dalam masyarakat, dan kebutuhan sosial masyarakat Gayo.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Uncontrolled Keywords: Hukum Perceraian; Hukum Perkawinan; hukum Adat
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Perceraian Menurut Islam
Customs of Life Cycle and Domestic Life > Wedding and Marriage Customs
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Hukum Islam > Konsentrasi Hukum Keluarga
Depositing User: Zulham Wahyudani
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:36
Last Modified: 27 Aug 2026 07:36
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139996

Actions (login required)

View Item View Item