Sari, Devi Novia and Suhendar, Dede and Rohmatulloh, Yusuf (2026) Studi potensi zeolit alam asal kecamatan Cipatujah Tasikmalaya sebagai formulasi pupuk lepas lambat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Skripsi_Cover.pdf Download (37kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (139kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (72kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (93kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Download (355kB) | Preview |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Download (264kB) | Preview |
|
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Download (86kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (153kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Download (216kB) | Preview |
Abstract
Urea merupakan pupuk nitrogen yang banyak digunakan karena memiliki kandungan nitrogen tinggi, tetapi mudah larut dalam air sehingga mengalami kehilangan hara melalui pencucian dan volatilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik zeolit alam asal Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya setelah aktivasi menggunakan HCl, NaCl, dan NaOH, menentukan kapasitas tukar kation (KTK), serta mengevaluasi pola pelepasan amonium dari formulasi pupuk urea–zeolit. Zeolit alam dipreparasi melalui pencucian, pengeringan, penumbukan, dan pengayakan, kemudian diaktivasi menggunakan larutan HCl, NaCl, dan NaOH. Karakterisasi dilakukan melalui pengujian KTK, X-Ray Diffraction (XRD), perhitungan ukuran kristalit menggunakan persamaan Debye–Scherrer, Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mendeteksi gugus fungsi dan analisis pelepasan amonium menggunakan metode indofenol dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 640 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi HCl menghasilkan nilai KTK tertinggi sebesar 204 meq/100 g, sehingga dipilih sebagai zeolit terbaik untuk tahap impregnasi urea. Hasil XRD menunjukkan bahwa zeolit didominasi oleh klinoptilolit, dengan adanya kuarsa atau mineral silikat sebagai fase minor. Ukuran kristalit rata-rata zeolit aktivasi HCl diperoleh sebesar 17,07 nm. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi khas zeolit berupa O–H, H–O–H, dan Si–O–T yang ditunjukkan oleh pita serapan pada daerah sekitar 3413–3625 cm⁻¹, 1633–1638 cm⁻¹, 1045–1049 cm⁻¹, dan 794–795 cm⁻¹. Uji pelepasan amonium menunjukkan bahwa urea konvensional mengalami pelepasan awal yang tinggi, sedangkan formulasi urea–zeolit 25°C menunjukkan pelepasan yang lebih stabil dan bertahap dibandingkan urea–zeolit 70°C. Dengan demikian, zeolit alam asal Cipatujah berpotensi digunakan sebagai bahan pembawa dalam formulasi pupuk urea lepas lambat, terutama melalui impregnasi pada suhu ruang 25°C. Kata kunci: amonium; urea; kapasitas tukar kation; pupuk lepas lambat; zeolit alam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | amonium; urea; kapasitas tukar kation; pupuk lepas lambat; zeolit alam ; XRD ; FTIR ; Spektrofotometer UV-Vis |
| Subjects: | Chemistry and Allied Science Inorganic Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia |
| Depositing User: | Devi Novia Sari |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 00:57 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 00:57 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140517 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



