Permatasari, Nur Indah (2026) Krisis religiusitas individu dalam film Tuhan, izinkan aku berdosa : Kajian sosiologi agama perspektif Pierre Bourdieu. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (531kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (329kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT KETERANGAN PLAGIASI)
1221020054 NUR INDAH PERMATASARI - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (171kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (534kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (402kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
||
|
Text (IV)
BAB IV_.pdf Restricted to Registered users only Download (729kB) |
||
|
Text (V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (369kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena krisis religiusitas individu yang direpresentasikan dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa karya Hanung Bramantyo (2024), sebuah adaptasi dari novel karya Muhidin M. Dahlan. Film ini menggambarkan tokoh utama, Kiran, yang mengalami keretakan mendalam dalam keyakinan dan praktik keagamaannya akibat fitnah, pelecehan, dan pengkhianatan dari lingkungan keagamaan yang semula ia percayai, sehingga memperlihatkan bahwa krisis religiusitas bukan semata persoalan personal, melainkan juga hasil dari relasi kuasa dan struktur sosial yang melingkupi individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan habitus religius Kiran serta menjelaskan bagaimana interaksi antara habitus, modal, dan ranah sosial menghasilkan praksis krisis religiusitas dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif (qualitative content analysis) dengan pendekatan sosiologi agama. Data penelitian berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, simbol visual, dan konteks sosial yang terdapat dalam film. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan menghubungkan temuan film pada konsep habitus, modal, ranah, dan praksis. Penelitian ini menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu sebagai teori utama. Teori tindakan sosial Max Weber digunakan sebagai teori pendukung untuk memahami makna subjektif, motif, emosi, nilai, dan tujuan yang melatarbelakangi tindakan Kiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus religius Kiran terbentuk melalui keluarga, pendidikan, dan komunitas keagamaan, tetapi mengalami keguncangan ketika berhadapan dengan praktik keagamaan yang digunakan untuk melakukan kontrol dan mempertahankan kekuasaan. Interaksi antara modal budaya, modal sosial, modal ekonomi, modal simbolik, dan posisi Kiran dalam ranah keluarga, keagamaan, akademik, serta sosial baru menghasilkan praksis berupa gugatan terhadap Tuhan, perubahan simbol dan perilaku, kemuakan terhadap kemunafikan, penolakan terhadap otoritas yang dianggap tidak legitim, dan pencarian otonomi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa krisis religiusitas perlu dipahami sebagai fenomena sosial yang berkaitan dengan struktur, relasi kuasa, dan distribusi modal. Orisinalitas penelitian terletak pada penggunaan perspektif Bourdieu untuk menjelaskan proses terbentuknya krisis religiusitas individu melalui hubungan habitus, modal, ranah, dan praksis, dengan teori Weber sebagai penguat interpretasi terhadap tindakan tokoh.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Habitus; Krisis Religiusitas; Modal; Ranah; Tindakan Sosial; Praksis |
| Subjects: | Islam Islam Umum |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Nur Indah Permatasari |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 08:18 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 08:18 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



