Wulandari, Rini (2026) Ritual Rebo Wekasan di masyakat kampung Pasir Baros kabupaten Garut. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_COVER Download (275kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK Download (379kB) |
|
|
Text (SK CEK PLAGIARISME)
3_SK CEK PLAGIARISME Download (228kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_DAFTAR ISI Download (204kB) |
|
|
Text (BAB I)
5_BAB I Download (454kB) |
|
|
Text (BAB II)
6_BAB II Restricted to Registered users only Download (657kB) |
|
|
Text (BAB III)
7_BAB III Restricted to Registered users only Download (528kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8_BAB IV Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
9_BAB V Restricted to Registered users only Download (386kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_DAFTAR PUSTAKA Restricted to Registered users only Download (431kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
11_LAMPIRAN Restricted to Repository staff only Download (395kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih lestarinya Ritual Rebo Wekasan di Kampung Pasir Baros, Desa Campaka, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, sebagai tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun di tengah perubahan sosial dan budaya yang menyebabkan banyak tradisi lokal mulai mengalami pergeseran. Ritual ini tidak hanya dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual, tetapi juga mengandung simbol-simbol keagamaan yang memiliki makna bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan pelaksanaan Ritual Rebo Wekasan serta menganalisis makna simbol-simbol yang terdapat dalam ritual tersebut. Penelitian ini menggunakan perspektif antropologi simbolik Clifford Geertz yang memandang agama sebagai sistem simbol yang membentuk cara masyarakat memahami dan menghayati realitas kehidupan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Rebo Wekasan di Kampung Pasir Baros merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun setiap hari Rabu terakhir bulan Safar melalui rangkaian salat sunah tolak bala, pembacaan doa, pembuatan dan pembagian air doa, serta makan bersama. Bagi masyarakat, ritual ini dimaknai sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan kepada Allah Swt. Simbol-simbol yang terdapat dalam ritual, seperti salat, doa, air, dan makan bersama, mengandung makna religius sekaligus sosial yang memperkuat keimanan, rasa syukur, kebersamaan, serta silaturahmi antarwarga. Dalam perspektif Clifford Geertz, simbol-simbol tersebut membentuk sistem makna yang menghubungkan keyakinan keagamaan dengan praktik budaya sehingga Ritual Rebo Wekasan menjadi media pewarisan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang tetap dipertahankan oleh masyarakat Kampung Pasir Baros.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritual Rebo Wekasan; simbol; makna; Clifford Geertz; budaya |
| Subjects: | Customs of People Customs of Life Cycle and Domestic Life |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Rini Wulandari |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 13:07 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 13:07 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141346 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



