Latifah, Ifah (2026) Konstruksi wacana Marriage Isn’t Scary dalam video dakwah pada E-Course Menikah Seharusnya Indah karya Ustaz Naufal Fatyu: Analisis wacana kritis teun a. Van dijk. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djti Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (128kB) | Preview |
|
|
Text
2_Abstrak.pdf Download (190kB) | Preview |
|
|
Text
3_Plagiarisme.pdf Download (448kB) | Preview |
|
|
Text
4_Daftar Isi.pdf Download (223kB) | Preview |
|
|
Text
5_BAB 1.pdf Download (302kB) | Preview |
|
|
Text
6_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (519kB) |
||
|
Text
7_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text
8_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (138kB) |
||
|
Text
9_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (189kB) |
||
|
Text
10_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (950kB) |
Abstract
Narasi negatif pernikahan "Marriage is scary" yang viral di media sosial mem-bentuk kecemasan kolektif di kalangan Generasi Z, sehingga dakwah Islam me-merlukan wacana tandingan yang mampu membingkai ulang makna pernikahan secara kontekstual dan menyentuh akar kecemasan umat. Fenomena ini tampak pada video e-course "Menikah Seharusnya Indah" karya Ustaz Naufal Fatyu yang mengusung tema Marriage isn't scary sebagai respons atas maraknya ketakutan generasi muda terhadap institusi pernikahan, sehingga menarik dikaji melalui perspektif Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi wacana Marriage isn't scary melalui tiga dimensi ana-lisis Van Dijk, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif dan metode Analisis Wacana Kritis. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap sepuluh video e-course di platform Bincang Nikah serta wawancara mendalam dengan Ustaz Naufal Fatyu selaku produser dan pengisi materi. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka, kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, pen-yajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa pada dimensi teks, wacana dibangun melalui struktur makro yang mendekonstruksi ketakutan dominan Generasi Z, superstruktur dialogis, serta struktur mikro yang memanfaatkan elemen semantik, sintaksis, stilistik, dan re-toris untuk memberikan legitimasi teologis dan empiris. Pada dimensi kognisi sosial, Ustaz Naufal mengonstruksi wacana melalui skema person yang memosisikan Gen Z sebagai korban informasi tidak seimbang, skema diri sebagai mentor dekat, skema peran yang menekankan keseimbangan hak dan kewajiban, serta skema peristiwa yang menafsirkan fenomena Marriage is scary sebagai efek dominasi narasi negatif di media sosial. Pada dimensi konteks sosial, wacana ini merupakan perlawanan diskursif terhadap hegemoni narasi negatif pernikahan dengan memanfaatkan otoritas keagamaan da'i dan akses eksklusif platform e-course. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa video dakwah pada e-course berfungsi sebagai instrumen konstruksi sosial yang membentuk kesadaran kolek-tif baru dengan menyajikan solusi rasional dan praktis bagi kecemasan generasi muda.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | analisis wacana kritis; Teun A. Van Dijk; Marriage isn’t scary; dakwah digital; e-course |
| Subjects: | Islam > Koran Islam > God |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ifah Latifah |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 07:16 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 07:59 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142168 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



