Yuliawanti, Hani (2026) Pengaruh lingkungan sekolah berasrama, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat terhadap religiusitas siswa: Sekolah Menengah Atas Pesantren Unggul Al Bayan. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
tesis hani yuliawanti-1.pdf Download (364kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
tesis hani yuliawanti-3-5.pdf Download (561kB) | Preview |
|
|
Text (SURAT BEBAS PLAGIASI)
BEBAS PLAGIASI HANI.pdf Download (94kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
tesis hani yuliawanti-11-15.pdf Download (390kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
tesis hani yuliawanti-16-31.pdf Download (713kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
tesis hani yuliawanti-32-61.pdf Restricted to Registered users only Download (924kB) |
||
|
Text (BAB III)
tesis hani yuliawanti-62-74.pdf Restricted to Registered users only Download (557kB) |
||
|
Text (BAB IV)
tesis hani yuliawanti-75-158.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text (BAB V)
tesis hani yuliawanti-159-163.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
tesis hani yuliawanti-164-167.pdf Restricted to Registered users only Download (489kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
tesis hani yuliawanti-168-204.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pendidikan Islam pada hakikatnya bertujuan untuk membentuk manusia yang utuh (insan kamil) dengan kematangan spiritual dan moral yang terwujud dalam perilaku sehari-hari. Namun, fenomena di lapangan sering kali menunjukkan adanya kesenjangan di mana religiusitas siswa sekolah menengah cenderung bersifat situasional dan masih sangat bergantung pada pengawasan eksternal. Hal ini memunculkan urgensi untuk mengkaji secara komprehensif faktor-faktor lingkungan pendidikan mana saja yang paling berkontribusi terhadap pembentukan karakter religius yang menetap (istiqamah) pada diri remaja, agar tidak sekadar menjadi formalitas institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah berasrama, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat terhadap religiusitas siswa di SMA PU Al Bayan. Secara spesifik, penelitian ini berupaya memetakan seberapa besar kontribusi masing-masing lingkungan pendidikan tersebut, baik pengujian secara parsial maupun secara simultan.Pemahaman mendalam terhadap pola interaksi ketiga ekosistem pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan landasan bagi perumusan model pembinaan karakter yang holistik dan terintegrasi. Secara teoretis, penelitian ini berpijak pada Teori Ekologi Perkembangan Urie Bronfenbrenner, yang menjelaskan bahwa karakter individu terbentuk melalui interaksi kompleks di berbagai lapisan lingkungan sosial, dari tingkat mikrosistem hingga eksosistem. Proses internalisasi nilai didukung oleh mekanisme Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura, di mana individu mengadopsi nilai melalui pengamatan dan peniruan perilaku tokoh di sekitarnya. Selain itu, instrumen pengukuran religiusitas dalam penelitian ini berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an dan pandangan Sayyid Qutb mengenai konsep Islam kaffah, yang kemudian dioperasionalkan ke dalam indikator empiris menggunakan kerangka sosiologi agama Charles Y. Glock dan Rodney Stark. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori (explanatory research). Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari tiga lokasi kampus SMA PU Al Bayan. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data menggunakan teknik regresi linear berganda setelah seluruh instrumen dipastikan terbebas dari pelanggaran prasyarat uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan sekolah berasrama (B = 0,383; p < 0,001), lingkungan keluarga (B = 0,310; p = 0,001), dan lingkungan masyarakat (B = 0,476; p < 0,001) secara parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap religiusitas siswa. Pengaruh paling dominan adalah lingkungan masyarakat, yang menegaskan bahwa kontrol sosial kewargaan sangat krusial dalam menyokong sistem kedisiplinan asrama. Secara simultan, ketiga lingkungan tersebut berkontribusi secara signifikan dalam memengaruhi religiusitas siswa (F = 52,608; p < 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 50,5%, sehingga membuktikan bahwa pembentukan karakter religius memerlukan sinergi yang utuh antara sekolah, orang tua, dan masyarakat luas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lingkungan sekolah berasrama; lingkungan keluarga; lingkungan masyarakat; religiusitas siswa; pendidikan karakter |
| Subjects: | Islam Islam > Islamic Religious Education Education and Research of Literatures |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Hani Yuliawanti Hani |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 02:28 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 06:47 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142326 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




