Ramadhan, Syahrul (2026) Ritual tumbalan di Gunung Batu, Lembang: Analisis makna dan nilai keagamaan masyarakat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Other (COVER)
1_COVER Download (99kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK Download (209kB) |
|
|
Other (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
3_Keterangan bebas plagiarism Download (225kB) |
|
|
Other (DAFTAR ISI)
4_DAFTAR ISI Download (204kB) |
|
|
Other (BAB I)
5_BAB I Download (648kB) |
|
|
Other (BAB II)
6_BAB II Restricted to Registered users only Download (609kB) |
|
|
Other (BAB III)
7_BAB III Restricted to Registered users only Download (486kB) |
|
|
Other (BAB IV)
8_BAB IV Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Other (BAB V)
9_BAB V Restricted to Registered users only Download (394kB) |
|
|
Other (DAFTAR PUSTAKA)
10_DAFTAR PUSTAKA Restricted to Registered users only Download (464kB) |
|
|
Other (LAMPIRAN)
11_LAMPIRAN Restricted to Registered users only Download (398kB) |
Abstract
Ritual Tumbalan di Gunung Batu, Lembang merupakan tradisi yang masih dipraktikkan oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus ekspresi religius. Keberadaan ritual ini memunculkan beragam pemaknaan karena di dalamnya terdapat simbol-simbol budaya yang diyakini memiliki nilai keagamaan dan sosial. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada struktur pelaksanaan ritual, simbol-simbol yang digunakan, makna simbolik ritual, serta nilai-nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur pelaksanaan Ritual Tumbalan, mengidentifikasi simbol-simbol utama yang digunakan, menganalisis makna simbolik ritual berdasarkan perspektif antropologi simbolik Clifford Geertz, serta mengungkap nilai-nilai keagamaan yang dipahami dan dipraktikkan oleh masyarakat Gunung Batu. Kerangka berpikir penelitian menggunakan teori struktur ritual Victor Turner yang meliputi tahapan separation, liminality, dan reintegration untuk menganalisis proses pelaksanaan ritual, serta teori antropologi simbolik Clifford Geertz untuk menafsirkan simbol sebagai model of reality dan model for reality dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini tidak menggunakan hipotesis karena merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropologi interpretatif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam dengan juru kunci, tokoh agama, pelaku ritual, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Tumbalan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, arak-arakan menuju kawasan sakral, pembacaan doa, penyembelihan domba hitam sebagai tumbalan, penguburan bagian tertentu dari hewan tumbal di puncak Gunung Batu, serta doa penutup dan makan bersama. Berdasarkan teori Victor Turner, rangkaian tersebut merepresentasikan fase separation, liminality, dan reintegration yang membentuk communitas di antara masyarakat. Simbol-simbol utama seperti domba hitam, sesajen, kelapa, kopi, bumbu dapur, doa, dan Gunung Batu sebagai ruang sakral dimaknai sebagai simbol keselamatan, penolak bala, keberkahan, penghormatan kepada leluhur, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Dalam perspektif Clifford Geertz, simbol-simbol tersebut berfungsi sebagai sistem makna yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat sekaligus menjadi pedoman dalam bertindak. Penelitian ini juga menemukan bahwa Ritual Tumbalan mengandung nilai-nilai keagamaan berupa nilai doa kepada Allah SWT, keselamatan, keberkahan menjelang Ramadan, rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, kepedulian terhadap alam, serta solidaritas dan gotong royong yang memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, Ritual Tumbalan merupakan bentuk religiositas lokal yang memperlihatkan keterkaitan antara tradisi budaya Sunda dengan nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dipahami oleh masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritual Tumbalan, Antropologi Simbolik; Clifford Geertz; Victor Turner; Nilai Keagamaan; Religiositas Lokal |
| Subjects: | Culture and Institutions |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Syahrul Ramadhan |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 01:25 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 01:25 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142367 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



