Rahmatilah, Ihsan Kamil (2026) Representasi pesan dakwah dalam meme: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada konten meme di akun instagram @memeislam.id. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (117kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (92kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (187kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (420kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (394kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (158kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (213kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (675kB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan media sosial telah mengubah praktik dakwah Islam, termasuk melalui meme yang menyampaikan pesan keagamaan secara ringan dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda. Instagram menjadi platform yang relevan untuk tujuan tersebut, salah satunya melalui akun @memeislam.id yang mengemas pesan Islam dengan budaya populer digital, humor, dan satire. Kondisi ini menunjukkan bahwa meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sistem tanda yang merepresentasikan nilai-nilai dakwah akidah, syariat, dan akhlak sehingga layak dikaji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pesan dakwah dalam konten meme Instagram @memeislam.id berdasarkan konsep penanda–petanda, langue–parole, serta relasi sintagmatik dan paradigmatik menurut Ferdinand de Saussure. Teori yang digunakan mengacu pada semiotika Ferdinand de Saussure yang memandang makna sebagai hasil hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified), serta konsep langue–parole dan relasi sintagmatik–paradigmatik untuk menjelaskan pembentukan representasi pesan dakwah dalam meme. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif interpretatif dan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan, dokumentasi terhadap sembilan konten meme yang dipilih secara purposive, serta wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi pesan dakwah dalam meme dibangun melalui hubungan penanda yang menghasilkan petanda berupa nilai-nilai keislaman. Melalui konsep langue–parole, akun @memeislam.id memanfaatkan sistem tanda yang berkembang dalam budaya digital, seperti bahasa meme, tokoh populer, dan istilah internet. Sementara itu, relasi sintagmatik dan paradigmatik memperlihatkan bahwa efektivitas pesan lahir dari cara penyusunan dan pemilihan tanda yang mampu menghubungkan pengalaman keseharian audiens dengan ajaran Islam. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa akun @memeislam.id berhasil merepresentasikan pesan dakwah akidah, syariat, dan akhlak melalui perpaduan budaya populer digital dan simbol-simbol keislaman sehingga menghasilkan komunikasi dakwah yang persuasif, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat digital.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika Ferdinand de Saussure; representasi pesan dakwah; meme Instagram. |
| Subjects: | Islam > Da'wah Analysis, Theory of Functions > General Aspects of Analysis |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ihsan Kamil Rahmatilah |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 03:33 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 03:33 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142408 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



