Agustina, Sari Rossa (2026) Fenomena “Spill The Tea” dan erosi etika analisis konten dalam prespektif Islam di media TikTok periode 1 Januari 2026 – 1 April 2026. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (132kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (260kB) | Preview |
|
|
Text
3_SKbebasplagiarism.pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (211kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (364kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (376kB) |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (133kB) |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (454kB) |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (168kB) |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (932kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana infrastruktur media baru, strategi manajemen kesan kreator, dan faktor psikologis audiens berinteraksi dalam memfasilitasi pengungkapan aib pribadi ke ruang publik. Fokus utama penelitian ini mencakup empat rumusan masalah, yakni mengenai pergeseran batas ruang privat ke ruang publik, konstruksi narasi legitimasi moral kreator, perilaku agresif netizen dalam digital vigilantism, serta evaluasi fenomena tersebut terhadap prinsip etika komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode etnografi digital yang dilakukan pada periode observasi 1 Januari hingga 1 April 2026. Kerangka teoretis penelitian ini mengintegrasikan New Media Theory sebagai kerangka makro, Digital Dramaturgy sebagai kerangka meso, dan Online Disinhibition Effect sebagai kerangka mikro. Seluruh temuan empiris yang diperoleh kemudian diuji secara normatif menggunakan perspektif etika komunikasi Islam, dengan fokus pada nilai Ghibah, Tajassus, Satar al-Aura, serta Muru’ah sebagai standar evaluasi perilaku digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma TikTok berfungsi sebagai akselerator struktural yang mengaburkan batas sakral antara ruang privat dan ruang publik, mengubah aib menjadi komoditas viralitas. Kreator konten terbukti melakukan manajemen kesan yang manipulatif dengan membangun narasi sebagai the victim atau the survivor untuk mendapatkan dukungan publik, sementara efek disinhibisi daring memicu perilaku agresif netizen dalam melakukan penghakiman sosial. Fenomena ini disimpulkan sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap etika Islam yang berimplikasi pada munculnya "dosa jariyah" kolektif dan krisis Muru’ah di ruang digital. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya integrasi literasi digital berbasis Fikih Informasi Digital guna memulihkan tanggung jawab moral kolektif umat Islam dalam bermedia sosial.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Spill the Tea; TikTok; Digital Dramaturgy; Online Disinhibition; Etika Komunikasi Islam; Muru’ah |
| Subjects: | Social Interaction, Interpersonal Relations > Communication Social Interaction, Interpersonal Relations > Media of Communication, Mass Media Social Interaction, Interpersonal Relations > Content of Communication Communications Telemunications |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Sari Rossa Agustina |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 02:30 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 02:06 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143171 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




