Tamba, Dheddy (2026) Konstruksi pemikiran Muhammad Sayyid Tantawi dalam berijtihad menentukan hukum bunga bank serta relevansi terhadap undang-undang perbankan di Indonesia. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (298kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (284kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (225kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (218kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (354kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (632kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (215kB) | Request a copy |
Abstract
Perdebatan hukum bunga bank merupakan isu penting dalam hukum ekonomi syariah kontemporer. Mayoritas lembaga fikih, termasuk Majma‘ al-Fiqh al-Islāmī al-Duwalī dan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2004, menempatkannya sebagai riba yang diharamkan. Muhammad Sayyid Tantawi dalam Mu‘āmalāt al-Bunūk wa Aḥkāmuhā al-Syar‘iyyah memisahkan riba jahiliyah yang eksploitatif dari sebagian transaksi perbankan modern yang menurutnya bertumpu pada kejelasan akad, kerelaan, perlindungan harta, dan ketiadaan kezaliman. Perbedaan ini melahirkan masalah akademik mengenai konstruksi pemikiran, metode ijtihad, argumentasi rasional, serta relevansi normatif-yuridisnya terhadap undang-undang perbankan Indonesia, dan penelitian ini bertujuan menganalisis keempat aspek tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif-analitis, berdesain kepustakaan dan studi tokoh, dengan pendekatan yuridis normatif yang dipadukan dengan ushul fiqh dan komparatif. Sumber primernya kitab Mu‘āmalāt al-Bunūk wa Aḥkāmuhā al-Syar‘iyyah; bahan hukumnya meliputi Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 jo. Nomor 10 Tahun 1998, Nomor 21 Tahun 2008 beserta perubahannya, serta Nomor 4 Tahun 2023 jo. Nomor 4 Tahun 2026. Analisis ditempuh melalui tujuh tahap: unitisasi data, verifikasi sumber, kategorisasi, analisis isi dan studi tokoh, analisis ijtihad dan istinbāṭ, analisis harmonisasi hukum, serta sintesis. Kerangka pemikiran disusun dalam tiga lapis. Maqāṣid al-syarī‘ah sebagai grand theory menilai orientasi kemaslahatan, perlindungan harta, pencegahan kezaliman, dan kepastian normatif-yuridis, tanpa menggantikan nash. Teori Ijtihad dan Teori Istinbāṭ Hukum sebagai middle theory merekonstruksi penalaran Tantawi melalui pembacaan nash riba, takyīf fiqhī, penentuan ‘illat, ta‘līl al-aḥkām, qiyās, taḥqīq al-manāṭ, maslahat, dan tarjīḥ. Teori Harmonisasi Hukum sebagai applied theory mengukur bentuk dan tingkat relevansi antara proposisi hukum Tantawi dan norma perbankan Indonesia. Ushul fiqh menghubungkan sumber hukum, objek transaksi, proses istinbāṭ, dan relevansi normatif-yuridis. Penelitian menghasilkan empat temuan. Pertama, konstruksi pemikiran Tantawi tidak menghalalkan seluruh bunga bank, melainkan pembolehan bersyarat yang bercorak kontekstual-institusional, diferensiatif, maqāṣidī, dan non-generalis. Kedua, metode ijtihadnya bercorak kontekstual, mendahulukan identifikasi objek dan taḥqīq al-manāṭ sebelum menerapkan hukum riba, dengan batas bahwa maqāṣid tidak menggantikan nash dan kerelaan tidak menghalalkan transaksi ribawi. Ketiga, argumentasi rasionalnya bertumpu pada fungsi intermediasi, pembedaan sumber imbalan, transparansi, dan perlindungan harta; argumentasi ini lebih kuat pada imbalan jasa dan pengelolaan nyata, tetapi tetap diperdebatkan pada kredit berbunga. Keempat, relevansinya parsial dan berlapis — langsung, konseptual, dan metodologis — namun legalitas kredit berbunga tidak identik dengan penetapan kehalalan dan tetap tegang dengan rezim perbankan syariah serta Fatwa MUI. Kebaruannya adalah Model Harmonisasi Normatif-Yuridis Hasil Ijtihad Tantawi dengan Sistem Perbankan Indonesia yang mengklasifikasikan hubungan ke dalam kesesuaian, kompatibilitas, ketegangan normatif, disharmoni, dan relevansi terbatas tanpa menjadikan ijtihad individual sebagai fatwa baru.
| Item Type: | Thesis (Doktoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tantawi; Riba; Bunga Bank; Ijtihad |
| Subjects: | Conscious Mental Process and Intelligence > Thought, Thinking, Reasoning, Intuition, Value, Judgment Logic Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Private Law > Banking and Insurance Law |
| Divisions: | Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Hukum Islam > Konsentrasi Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | DHEDDY TAMBA |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 02:41 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 02:41 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143505 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




