Yudistira, Saptanadi (2026) Transformasi konflik dalam surat Yusuf: Kajian tafsir Al-Maudhui dengan pendekatan segitiga konflik Johan Galtung dan semiotika Charles Sanders Pierce. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER TESIS.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (333kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIAASI)
Saptandi Y.pdf Download (549kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (300kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (476kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (632kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (255kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (273kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (123kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis tipologi dan dinamika konflik dalam Surah Yusuf, mengidentifikasi sistem tanda yang merepresentasikan transformasi konflik, serta merumuskan model konseptual peacebuilding Qur'ani. Metode yang digunakan adalah library research dengan tafsir maudhu'i model surah tunggal menurut Musthafa Muslim, dengan Segitiga Konflik Johan Galtung dan semiotika Charles Sanders Peirce sebagai dua instrumen analisis atas QS. Yusuf [12]: 1-111 dan empat kitab tafsir rujukan. Hasilnya memetakan lima fase konflik: laten menuju manifes, eskalasi, puncak, pembalikan dan de-eskalasi, serta rekonsiliasi. Analisis semiotika mengidentifikasi tujuh belas tanda dan menunjukkan bahwa arah transformasi lebih ditentukan oleh perubahan fungsi interpretan daripada kategori tanda. Sintesis keduanya menghasilkan model dengan empat komponen sekuensial dan kumulatif: persepsi ketidakadilan, keadilan prosedural, ujian moral ketika memiliki kekuasaan, dan rekonsiliasi bertingkat. Prinsip intinya: transformasi terjadi ketika pihak yang memperoleh kembali kekuasaan memilih tidak mereproduksi kekerasan, tetapi menggunakannya untuk mengungkap kebenaran dan memulihkan hubungan. Pola pada tingkat personal, keluarga, dan sosial diberi label islah nafsi, islah usri, dan islah ijtima'i, dengan manifestasi pengelolaan pangan berlabel islah iqtishadi. Label ini adalah terminologi deskriptif hasil induksi, bukan instrumen analisis ketiga. Model bersumber dari satu korpus naratif, berlaku terbatas pada tingkat personal, keluarga, dan sosial dalam pengertian terbatas, serta terbuka untuk pengujian pada korpus dan konteks lain.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peacebuilding Qurani; Segitiga Konflik Galtung; Semiotika Peirce; Tafsir Maudhu'i; Transformasi Konflik |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yudistira Saptanadi |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 03:43 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 02:21 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143670 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




