Maulana, Hilmi (2026) Fenomena Toxic Relationship di kalangan generasi-Z dalam perspektif filsafat moral Erich Fromm dan konsep Mahabbah Jalaludin Rumi : Studi terhadap organisasi daerah Keluarga Mahasiswa Purwakarta (KMP) Periode 2025-2026”. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
Cover .pdf Download (135kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (361kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (602kB) |
||
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
||
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (453kB) |
||
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (154kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) |
Abstract
Cinta idealnya menjadi ruang perlindungan yang menghadirkan rasa aman dan ketenangan emosional bagi manusia, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah derasnya arus media sosial dan budaya digital. Namun realitas menunjukkan bahwa tidak sedikit hubungan interpersonal, terutama hubungan berpacaran, justru bergeser dari ruang kasih sayang menjadi ruang dominasi ego, manipulasi emosional, dan kontrol berlebihan yang dikenal sebagai toxic relationship. Fenomena ini semakin marak ditemukan di lingkungan mahasiswa, termasuk pada anggota Organisasi Daerah Keluarga Mahasiswa Purwakarta (KMP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sehingga penelitian ini hadir untuk membaca persoalan tersebut bukan hanya sebagai krisis psikologis, melainkan juga sebagai krisis moral dan spiritual manusia modern dalam memaknai cinta. Berdasarkan persoalan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua pertanyaan utama, yaitu bagaimana fenomena toxic relationship di kalangan Generasi Z pada Organisasi Daerah Keluarga Mahasiswa Purwakarta (KMP) UIN Bandung, dan bagaimana analisis komparatif antara filsafat moral Erich Fromm dengan konsep mahabbah Jalaluddin Rumi terhadap fenomena tersebut. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk, faktor penyebab, dan dampak toxic relationship yang dialami anggota KMP, sekaligus menghadirkan pembacaan komparatif antara perspektif filsafat moral Barat dan tasawuf Islam sebagai kerangka alternatif dalam memahami krisis relasi interpersonal Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta jenis penelitian komparatif (comparative study) untuk membandingkan pemikiran Erich Fromm dan Jalaluddin Rumi. Data primer diperoleh dari karya asli kedua tokoh, yakni The Art of Loving, Man for Himself, dan To Have or to Be karya Fromm, serta Masnavi dan Fihi Ma Fihi karya Rumi, dilengkapi data sekunder berupa jurnal dan penelitian terdahulu. Data lapangan digali melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua puluh sembilan anggota KMP, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teoretis penelitian ini bertumpu pada filsafat moral Erich Fromm dalam The Art of Loving, yang memandang cinta bukan sekadar perasaan spontan, melainkan seni dan kemampuan yang harus dipelajari serta diwujudkan melalui tindakan nyata. Cinta yang matang (mature love) menurut Fromm dibangun atas empat unsur pokok: care (perhatian dan kepedulian aktif terhadap pertumbuhan pasangan), responsibility (kesediaan merespons kebutuhan pasangan secara sadar dan sukarela tanpa mengarah pada kontrol), respect (penghormatan terhadap kebebasan dan keunikan pasangan apa adanya), dan knowledge (pemahaman mendalam terhadap kepribadian pasangan). Keempat unsur ini menjadi pisau analisis untuk menilai relasi interpersonal Generasi Z, sekaligus diperkaya konsep mahabbah Rumi yang menekankan pengendalian nafs dan penyucian ego sebagai jalan menuju cinta yang tulus. Hasil penelitian menunjukkan toxic relationship terkonfirmasi nyata di kalangan Generasi Z KMP UIN Bandung, terlihat dari sembilan belas dari dua puluh sembilan informan yang mengalaminya dalam bentuk manipulasi emosional, gaslighting, sikap posesif, kekerasan verbal, dan pengabaian emosional, dipicu faktor internal berupa ketidakmatangan emosional dan faktor eksternal berupa budaya digital, dengan dampak berupa trauma psikologis dan hilangnya kepercayaan diri. Analisis komparatif memperlihatkan bahwa Fromm memaknai toxic relationship sebagai kegagalan mewujudkan cinta matang akibat absennya care, responsibility, respect, dan knowledge serta terjebaknya individu dalam having mode, sementara Rumi memandangnya sebagai buah dominasi nafs yang belum tersucikan sehingga menjauhkan manusia dari mahabbah yang tulus; keduanya bertemu pada kesimpulan bahwa hubungan sehat hanya terwujud melalui pengendalian ego dan penghormatan terhadap martabat serta kebebasan pasangan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Toxic Relationship; Generasi Z; Erich Fromm; Mahabbah; Jalaluddin Rumi. |
| Subjects: | Philosopy and Psychology Humanism Philosophy Ethics, Moral Philosophy |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Hilmi Maulana |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 05:32 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 05:32 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




