Rahayu, Fanny Julian (2025) Peristiwa kerusuhan rasial antara etnis tionghoa dengan pribumi di Kota Bandung pada 10 Mei 1963. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (145kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (121kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (305kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (147kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1 (2).pdf Download (340kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (140kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (217kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia merupakan sebuah negara dengan berbagai aneka ragam budaya, bahasa,bahkan etnis yang sudah ada sejak dahulu. Salah satu etnis yang cukup banyak tinggal di Nusantara adalah Etnis Tionghoa. Walaupun sudah menetap ratusan tahun lalu, etnis Tionghoa sering kali masih mendapat tindakan diskriminatif yang disebabkan berbagai hal seperti ekonomi dan politik.Pada tahun 1963 berbagai kerusuhan rasial terjadi di Indonesia, salah satunya adalah kerusuhan Rasial 10 Mei 1963 yang terjadi di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan mengetahui kerusuhan rasial antara Etnis Tionghoa dengan Masyarakat Pribumi di Kota Bandung pada 10 Mei 1963. Mulai dari kondisi masyarakat di Kota Bandung sebelum terjadinya kerusuhan, kronologi terjadinya kerusuhan 10 Mei 1963, lalu upaya penyelesaian pasca terjadinya kerusuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan cara merekontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu berdasarkan sumber-sumber yang ada melalui empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum terjadinya kerusuhan, masyarakat Bandung hidup dalam struktur sosial yang relatif stabil, namun dikarenakan menyimpan potensi konflik akibat dari adanya ketimpangan ekonomi serta sentimen etnis yang memang sudah mengakar sejak masa kolonial ditambah dengan kondisi sosial, politik dan keagamaan yang saat itu belum cukup stabil. Seperti dalam kerusuhan 10 Mei 1963 yang terjadi di Kota Bandung, peristiwa ini diawali dengan ketegangan antara mahasiswa pribumi dan mahasiswa Tionghoa di lingkungan kampus ITB yang kemudian meluas ke kawasan Jalan Ganesha, Dago, Braga hingga Jalan Otto Iskandardinata yang dimana ketegangan tersebut menjadi sebuah aksi kekerasan dan perusakan terhadap toko, rumah, kendaraan hingga barang-barang miliki kelompok Tionghoa di pusat Kota Bandung. Pasca kerusuhan, pemerintah pusat dan daerah bersama aparat keamanan melakukan upaya untuk memulihkan situasi melalui penertiban dengan mengadakan jam malam di kawasan terjadinya kerusuhan, pengawasan serta mendorong terciptanya dialog sosial melalu siaran radio dengan tujuan agar peristiwa tersebut tidak terjadi kembali, walaupun upaya rekonsilisasi tersebut berjalan cukup lambat dan tentu menyisakan trauma terutama untuk kelompok Tionghoa.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kerusuhan; Rasial; Tionghoa; Bandung |
| Subjects: | World History, Civilizations World History, Civilizations > History of Race of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Fanny Julian Rahayu |
| Date Deposited: | 26 Nov 2025 02:29 |
| Last Modified: | 26 Nov 2025 03:20 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/125984 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



