Fuadah, Siti Zahrotul (2025) Formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan deodoran roll-on berbasis minyak atsiri staphylococcus epidremidis. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (94kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Surat Pernyataan Karya Sendiri (2).pdf Download (414kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi.pdf Download (78kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (65kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (498kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (326kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (120kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN (14).pdf Restricted to Repository staff only Download (808kB) |
Abstract
Bau badan merupakan masalah umum yang timbul akibat aktivitas keringat berlebih dan pertumbuhan bakteri kulit, salah satunya Staphylococcus epidermidis. Deodoran konvensional biasanya menggunakan garam aluminium sintetis seperti aluminium klorohidrat yang efektif menekan produksi keringat, tetapi berpotensi menimbulkan iritasi kulit. Sebagai alternatif, penelitian ini memanfaatkan tawas (aluminium sulfat terhidrasi) yang dikenal lebih aman, dipadukan dengan minyak atsiri bunga sebagai agen antibakteri dan pewangi alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa utama minyak atsiri lavender (Lavandula angustifolia), ylang-ylang (Cananga odorata), dan frangipani (Plumeria rubra), serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia, stabilitas, dan aktivitas antibakteri sediaan deodoran roll-on sesuai SNI 16-4951 1988. Hasil analisis kromatografi gas menunjukkan bahwa minyak atsiri lavender didominasi linalool (46,92%) dan linalil asetat (39,38%); minyak atsiri ylang-ylang mengandung trans-kariofilena (30,03%), E,E-α farnesena (10,63%), dan benzil benzoat (4,89%); sedangkan frangipani mengandung dihidro metil jasmonat (19,05%) dan linalool (4,17%). Evaluasi fisikokimia memperlihatkan bahwa ketiga formula stabil secara organoleptik dan homogen dengan pH 6,45–6,89, viskositas 1,636–2,233 cPs, daya sebar 6,3–7,8 cm, daya lekat 8,65–13,55 detik, serta waktu serap 12,33 28,03 detik. Setelah enam siklus cycling test, seluruh formula tetap stabil tanpa perubahan warna, bau, maupun homogenitas. Formula frangipani (F3) menunjukkan kestabilan pH dan waktu serap tercepat, sedangkan uji antibakteri memperlihatkan bahwa hanya formula ylang-ylang (F2) yang aktif terhadap S. epidermidis dengan zona hambat 0,49 mm. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ylang-ylang memiliki potensi terbaik sebagai antibakteri, sedangkan frangipani unggul dalam aspek stabilitas fisikokimia dan kenyamanan penggunaan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antibakteri; deodoran roll-on; frangipani; lavender; ylang-ylang; |
| Subjects: | Organic Chemistry Technology of Other Organic Products Technology of Other Organic Products > Parfumes and Cosmetics |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia |
| Depositing User: | Fuadah Siti Zahrotul |
| Date Deposited: | 27 Nov 2025 07:10 |
| Last Modified: | 27 Nov 2025 07:50 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/125994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



