Azmi, Shofia Nurul (2025) Peristiwa pembakaran kampung Hanja Desa Mangkonjaya Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya tahun 2000. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (146kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (100kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf Download (435kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_BAB II__.pdf Restricted to Registered users only Download (482kB) |
||
|
Text (BAB III)
6_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (465kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (180kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_Daftar Pustaka_.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
9_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai suku, agama, dan golongan, di mana keberagaman ini harus dijaga. Namun, sikap eksklusif yang muncul dari primordialisme telah memicu konflik antara kelompok-kelompok. Sejak awal 2000-an, intoleransi dan konflik, termasuk pembakaran Kampung Hanja di Tasikmalaya pada tahun 2000, semakin terlihat akibat perbedaan pemahaman keagamaan. Peristiwa di Kampung Hanja menunjukkan peran NU dalam memperburuk polarisasi masyarakat. Perbedaan furuiyah dan kurangnya literasi keagamaan membuat masyarakat mudah terprovokasi oleh informasi tidak akurat. Konflik ini menyebabkan kerusakan fisik dan trauma mendalam, serta mencerminkan kondisi sosial yang rentan. Penting untuk memperkuat dialog antaragama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Dari paparan tersebut menghasilkan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana profil kampung Hanja pada tahun 2000? Kedua, bagaiamana dan peristiwa pembakaran kampung Hanja pada Tahun 2000? Maka dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil Kampung Hanja pada tahun 2000 dan peristiwa pembakaran kampung Hanja pada Tahun 2000. Metode penelitian sejarah dengan dengan tahapan kerja heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik (mengolah dan menganalisis sumber), interpretasi (menafsirkan data), dan historiografi (menyusun rangkaian sejarah). Realitas keagamaan di Kampung Hanja ditandai dengan pengajian rutin dan praktik ibadah yang berbeda dari organisasi masyarakat (ormas) lainnya, seperti Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan ini memicu stigma negatif dan kecemburuan sosial, yang menjadi faktor pemicu konflik. Pada 24 Juni 2000 terjadi peristiwa pembakaran Kampung Hanja yang dipicu oleh isu aliran sesat, dendam pribadi, dan ketegangan sosial. Isu-isu tersebut disebarkan secara sistematis oleh provokator, yang memanfaatkan kecemburuan sosial terhadap keberhasilan ekonomi masyarakat Hanja. Pembakaran dilakukan oleh ratusan orang yang terorganisir, menghancurkan rumah, masjid, dan fasilitas ekonomi. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak psikologis dan fisik sangat besar bagi masyarakat. Setelah kejadian, verifikasi oleh MUI dan Depag menyatakan bahwa warga Hanja bukan penganut aliran sesat. Proses penyelesaian konflik melibatkan musyawarah dan rekonsiliasi, termasuk perbaikan rumah dan dukungan dari berbagai organisasi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembakaran; Bojonggambir; Tasikmalaya |
| Subjects: | Social Groups Adventure, Collected Accounts of Events |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | shofia nurul azmi |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 06:43 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 06:43 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/126065 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



