Chifzillah, Ahmad (2025) Analisis hadits tentang hukum penundaan ibadah haji bagi yang mampu dan relevansinya dengan fenomena daftar tunggu panjang di Indonesia. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (103kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (114kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarisme.pdf Download (358kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (96kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (446kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (138kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (975kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (48kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (50kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (524kB) | Request a copy |
Abstract
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu. Namun, fenomena daftar tunggu haji yang mencapai 20-40 tahun di Indonesia menimbulkan problematika tersendiri terkait pemahaman dan penerapan hadits-hadits tentang kewajiban bersegera dalam menunaikan haji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis otentisitas dan validitas hadits tentang hukum penundaan ibadah haji bagi yang mampu, menjelaskan kandungan dan syarah hadits tersebut, mengungkap problematika pemahaman dan penerapannya, serta mengkaji relevansinya dengan fenomena daftar tunggu panjang di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) menggunakan teknik takhrij al-hadits dan dirasah al-asanid untuk menganalisis hadits-hadits terkait. Sumber data primer meliputi kutub al-sittah, kitab-kitab hadits lainnya, serta kitab-kitab syarah dan rijal al-hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan jalur periwayatan yang diteliti, riwayat-riwayat marfu' meskipun mengandung kelemahan pada sanadnya, namun saling menguatkan sehingga terangkat menjadi hasan lighairihi. Adapun atsar Umar bin Al-Khaththab terbukti shahih mauquf dengan sanad yang bersambung dan rijal yang tsiqat. Pendapat yang rajih adalah wajibnya bersegera dalam menunaikan haji bagi yang mampu, dan ancaman dengan lafazh "Yahudi atau Nasrani" merupakan bentuk tahdzir (peringatan keras) bukan takfir (pengkafiran). Dalam konteks Indonesia, seseorang yang telah mendaftar haji dan menunggu giliran tidak tercakup dalam ancaman hadits karena terhalang udzur di luar kendalinya. Namun, bagi yang mampu tetapi belum mendaftar tanpa alasan syar'i tetap tercakup dalam ancaman tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadits-hadits tentang penundaan haji memberikan panduan jelas bagi umat Islam Indonesia untuk segera mendaftar begitu mampu, bersabar menunggu giliran, dan mempersiapkan diri secara spiritual selama masa penantian. Implikasi praktisnya mencakup urgensi pendaftaran dini, pemanfaatan masa tunggu untuk pembinaan spiritual, serta tanggung jawab pemerintah dalam mengupayakan peningkatan kuota haji.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hadits Haji, Penundaan Haji; Istitha'ah; Daftar Tunggu Haji; Takhrij Hadits |
| Subjects: | Islam > Hadith Islam > Study of Text of Hadith Al-Hadits dan yang Berkaitan Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Ahmad Chifzilah |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 06:36 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 06:36 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



