Jaenudin, Jaenudin and Saepulah, Usep (2021) Implementasi pengelolaan Wakaf oleh pesantren dalam mengembangkan kemandirian ekonomi umat : Studi pada pesantren Persatuan Islam di Jawa Barat. WIDINA BHAKTI PERSADA BANDUNG, Bandung. ISBN 978-623-6457-89-4
|
Text
Buku Implementasi Pengelolaan Wakaf oleh Pesantren.pdf Download (544kB) | Preview |
Abstract
Wakaf merupakan salah satu bagian penting dalam pranata sosial umat Islam. Wakaf telah dipraktikan oleh umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai saat ini. pada periode awal bentuk wakaf yang dikenal adalah wakaf benda tidak bergerak seperti tanah perkebunan sebagaimana bentuk wakaf Umar bin Khatab. Dalam hukum Islam, Wakaf memiliki aspek hukum yang penting karena wakaf berbeda dengan hukum zakat, infak, shadakah, ataupun hibah. Meskipun bendanya sama terkait maliyah tetapi peruntukkan berbeda. Benda wakaf mengalami transformasi dari waktu ke waktu. Begitu pula pengelolaan wakaf oleh lembaga seperti pesantren yang diorientasikan kepada pengembangan kemandirian umat, seperti yang dilakukan oleh pesantren di lingkungan Persatuan Islam (Persis) di Jawa Barat. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang: 1) Pengaturan Wakaf di Persatuan Islam (PERSIS); 2) Pengelolaan Wakaf oleh Pesantren Persatuan Islam (PERSIS); dan 3) Distribusi Manfaat Wakaf oleh Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Umat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis yang memotret dan menjelaskan objek penelitian secara objektif dan kritis terkait dengan pengelolaan wakaf oleh pesantren di lingkungan organisasi Persatuan Islam (PERSIS) dalam kaitannya dengan pengembangan kemandirian ekonomi umat. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa Pertama, pengelolaan wakaf di Persatuan Islam secara struktur dilaksanakan oleh bidang perwakafan dengan mengikuti pedoman pelaksanaan wakaf yaitu Kaifiyat Kerja dan Pedoman Jam'iyyah Persatuan Islam tahun 2011. Kedua, pengelolaan wakaf oleh pesantren Persatuan Islam dilakukan secara mandiri, artinya pesantren bertindak sekaligus menjadi nadzir wakaf. Ketiga, bahwa distribusi manfaat wakaf oleh Pesantren Persatuan Islam masih ditujukan kepada aspek sosial dan pendidikan. Sehingga pengembangan untuk kemandirian ekonomi umat yang lebih luas dan produktif masih harus dikembangkan dengan melibatkan pelaku ekonomi sehingga manfaat wakaf dapat dikembangkan secara maksimal.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wakaf; Pesantren Persis; Ekonomi Umat; |
| Subjects: | Islam > Islam and Economics Culture and Institutions Econmics > Economic Situation and Conditions in Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Jaenudin Jaenudin |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 03:13 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:13 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127789 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



