Partisipasi politik komunitas di Kota Bandung pada pemilu 2024: Studi pemahaman politik pemilih pemula dari komunitas Warzok Big Family

Saputra, Aharits (2026) Partisipasi politik komunitas di Kota Bandung pada pemilu 2024: Studi pemahaman politik pemilih pemula dari komunitas Warzok Big Family. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (464kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (357kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (551kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Aharits Saptura, 1218040002, 2025, Partisipasi Politik Komunitas di Kota Bandung pada Pemilu 2024: Studi Pemahaman Politik Pemilih Pemula dari Komunitas Warzok Big Family Indeks Partisipasi Pemilu (IPP) di Jawa Barat pada PemiluIndeks Partisipasi Pemilu (IPP) di Jawa Barat pada Pemilu 2024 menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat yIndeks Partisipasi Pemilu (IPP) di Jawa Barat pada Pemilu 2024 menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat yang relatif tinggi dan kompetitif, dengan partisipasi pemilih mencapai sekitar 83,6 persen, meningkat signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Di Kota Bandung, dinamika partisipasi politik dipengaruhi oleh kuatnya inisiatif lokal dan jaringan sosial antaraktor, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 1.887.881 pemilih, sehingga menuntut strategi pendidikan politik berkelanjutan agar partisipasi tidak bersifat seremonial, melainkan didorong oleh kesadaran politik yang rasional. Dalam konteks tantangan literasi politik digital dan derasnya arus informasi media sosial, penelitian ini mengkaji hubungan antara pemahaman politik dan partisipasi politik pemilih pemula dalam komunitas Warzok Big Family di Kota Bandung, yang menarik untuk ditelaah karena berperan sebagai ruang sosialisasi politik informal lintas generasi bagi pelajar dan alumni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, dengan landasan teori pemahaman politik dan teori partisipasi politik. Pemahaman politik merujuk pada gagasan Delli Carpini dan Keeter yang memaknai pengetahuan politik sebagai kombinasi antara informasi, pengalaman, dan kemampuan individu dalam memberi makna terhadap isu publik, sementara partisipasi politik dipahami berdasarkan kerangka Verba, Schlozman, dan Brady yang melihat partisipasi sebagai keterlibatan warga dalam berbagai aktivitas politik, baik elektoral maupun non-elektoral. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri atas guru, alumni, pembina, serta anggota aktif komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman politik anggota Warzok Big Family terbentuk melalui proses sosial yang bersifat kultural dan komunikatif, di mana politik tidak dipahami semata-mata sebagai praktik kekuasaan, melainkan sebagai ruang pengabdian, tanggung jawab moral, dan sarana memperjuangkan nilai-nilai sosial Pemahaman politik yang tumbuh secara informal tersebut berkontribusi pada peningkatan partisipasi politik anggota komunitas, baik dalam bentuk partisipasi elektoral maupun keterlibatan dalam aktivitas sosial dan organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan politik nonformal yang efektif dalam membentuk pemilih pemula yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian partisipasi politik serta menjadi rujukan praktis bagi pengembangan model pendidikan politik berbasis komunitas. ang relatif tinggi dan kompetitif, dengan partisipasi pemilih mencapai sekitar 83,6 persen, meningkat signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Di Kota Bandung, dinamika partisipasi politik dipengaruhi oleh kuatnya inisiatif lokal dan jaringan sosial antaraktor, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 1.887.881 pemilih, sehingga menuntut strategi pendidikan politik berkelanjutan agar partisipasi tidak bersifat seremonial, melainkan didorong oleh kesadaran politik yang rasional. Dalam konteks tantangan literasi politik digital dan derasnya arus informasi media sosial, penelitian ini mengkaji hubungan antara pemahaman politik dan partisipasi politik pemilih pemula dalam komunitas Warzok Big Family di Kota Bandung, yang menarik untuk ditelaah karena berperan sebagai ruang sosialisasi politik informal lintas generasi bagi pelajar dan alumni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, dengan landasan teori pemahaman politik dan teori partisipasi politik. Pemahaman politik merujuk pada gagasan Delli Carpini dan Keeter yang memaknai pengetahuan politik sebagai kombinasi antara informasi, pengalaman, dan kemampuan individu dalam memberi makna terhadap isu publik, sementara partisipasi politik dipahami berdasarkan kerangka Verba, Schlozman, dan Brady yang melihat partisipasi sebagai keterlibatan warga dalam berbagai aktivitas politik, baik elektoral maupun non-elektoral. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri atas guru, alumni, pembina, serta anggota aktif komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman politik anggota Warzok Big Family terbentuk melalui proses sosial yang bersifat kultural dan komunikatif, di mana politik tidak dipahami semata-mata sebagai praktik kekuasaan, melainkan sebagai ruang pengabdian, tanggung jawab moral, dan sarana memperjuangkan nilai-nilai sosial Pemahaman politik yang tumbuh secara informal tersebut berkontribusi pada peningkatan partisipasi politik anggota komunitas, baik dalam bentuk partisipasi elektoral maupun keterlibatan dalam aktivitas sosial dan organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan politik nonformal yang efektif dalam membentuk pemilih pemula yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian partisipasi politik serta menjadi rujukan praktis bagi pengembangan model pendidikan politik berbasis komunitas. 2024 menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat yIndeks Partisipasi Pemilu (IPP) di Jawa Barat pada Pemilu 2024 menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat yang relatif tinggi dan kompetitif, dengan partisipasi pemilih mencapai sekitar 83,6 persen, meningkat signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Di Kota Bandung, dinamika partisipasi politik dipengaruhi oleh kuatnya inisiatif lokal dan jaringan sosial antaraktor, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 1.887.881 pemilih, sehingga menuntut strategi pendidikan politik berkelanjutan agar partisipasi tidak bersifat seremonial, melainkan didorong oleh kesadaran politik yang rasional. Dalam konteks tantangan literasi politik digital dan derasnya arus informasi media sosial, penelitian ini mengkaji hubungan antara pemahaman politik dan partisipasi politik pemilih pemula dalam komunitas Warzok Big Family di Kota Bandung, yang menarik untuk ditelaah karena berperan sebagai ruang sosialisasi politik informal lintas generasi bagi pelajar dan alumni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, dengan landasan teori pemahaman politik dan teori partisipasi politik. Pemahaman politik merujuk pada gagasan Delli Carpini dan Keeter yang memaknai pengetahuan politik sebagai kombinasi antara informasi, pengalaman, dan kemampuan individu dalam memberi makna terhadap isu publik, sementara partisipasi politik dipahami berdasarkan kerangka Verba, Schlozman, dan Brady yang melihat partisipasi sebagai keterlibatan warga dalam berbagai aktivitas politik, baik elektoral maupun non-elektoral. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri atas guru, alumni, pembina, serta anggota aktif komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman politik anggota Warzok Big Family terbentuk melalui proses sosial yang bersifat kultural dan komunikatif, di mana politik tidak dipahami semata-mata sebagai praktik kekuasaan, melainkan sebagai ruang pengabdian, tanggung jawab moral, dan sarana memperjuangkan nilai-nilai sosial Pemahaman politik yang tumbuh secara informal tersebut berkontribusi pada peningkatan partisipasi politik anggota komunitas, baik dalam bentuk partisipasi elektoral maupun keterlibatan dalam aktivitas sosial dan organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan politik nonformal yang efektif dalam membentuk pemilih pemula yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian partisipasi politik serta menjadi rujukan praktis bagi pengembangan model pendidikan politik berbasis komunitas. ang relatif tinggi dan kompetitif, dengan partisipasi pemilih mencapai sekitar 83,6 persen, meningkat signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Di Kota Bandung, dinamika partisipasi politik dipengaruhi oleh kuatnya inisiatif lokal dan jaringan sosial antaraktor, dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 1.887.881 pemilih, sehingga menuntut strategi pendidikan politik berkelanjutan agar partisipasi tidak bersifat seremonial, melainkan didorong oleh kesadaran politik yang rasional. Dalam konteks tantangan literasi politik digital dan derasnya arus informasi media sosial, penelitian ini mengkaji hubungan antara pemahaman politik dan partisipasi politik pemilih pemula dalam komunitas Warzok Big Family di Kota Bandung, yang menarik untuk ditelaah karena berperan sebagai ruang sosialisasi politik informal lintas generasi bagi pelajar dan alumni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, dengan landasan teori pemahaman politik dan teori partisipasi politik. Pemahaman politik merujuk pada gagasan Delli Carpini dan Keeter yang memaknai pengetahuan politik sebagai kombinasi antara informasi, pengalaman, dan kemampuan individu dalam memberi makna terhadap isu publik, sementara partisipasi politik dipahami berdasarkan kerangka Verba, Schlozman, dan Brady yang melihat partisipasi sebagai keterlibatan warga dalam berbagai aktivitas politik, baik elektoral maupun non-elektoral. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri atas guru, alumni, pembina, serta anggota aktif komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman politik anggota Warzok Big Family terbentuk melalui proses sosial yang bersifat kultural dan komunikatif, di mana politik tidak dipahami semata-mata sebagai praktik kekuasaan, melainkan sebagai ruang pengabdian, tanggung jawab moral, dan sarana memperjuangkan nilai-nilai sosial Pemahaman politik yang tumbuh secara informal tersebut berkontribusi pada peningkatan partisipasi politik anggota komunitas, baik dalam bentuk partisipasi elektoral maupun keterlibatan dalam aktivitas sosial dan organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan politik nonformal yang efektif dalam membentuk pemilih pemula yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian partisipasi politik serta menjadi rujukan praktis bagi pengembangan model pendidikan politik berbasis komunitas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Pemahaman politik; partisipasi politik; pemilih pemula; komunitas pelajar; Warzok Big Family
Subjects: Political dan Government Science
Political dan Government Science > Education of Politics
Political Process
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Aharits Saputra
Date Deposited: 18 Feb 2026 04:33
Last Modified: 18 Feb 2026 04:33
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128234

Actions (login required)

View Item View Item