Al Muhasiby, Abdul Halim (2025) Representasi krisis kemanusiaan Palestina pada pemberitaan Mi'raj News Agency (MINA): Analisis semiotika pada pemberitaan MINA. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (98kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (98kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (59kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (248kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (102kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Krisis kemanusiaan di Palestina menjadi isu global yang terus mendapat perhatian, termasuk dari media Islam seperti Mi’raj News Agency (MINA). Sebagai media berbasis dakwah, MINA membangun pemaknaan tertentu mengenai situasi krisis kemanusiaan melalui pilihan bahasa, struktur narasi, dan penggunaan tanda verbal. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemberitaan mengenai Palestina tidak bisa dilepaskan dari konstruksi makna yang dibangun media dalam menonjolkan nilai kemanusiaan dan solidaritas keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merepresentasikan bentuk penanda, bentuk petanda, serta proses signifikasi yang muncul dalam teks berita MINA terkait krisis kemanusiaan Palestina. Melalui tujuan tersebut, penelitian ini berupaya memahami bagaimana media membangun representasi tentang konflik dan penderitaan warga Palestina melalui sistem tanda yang digunakan dalam teks. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure, yang memaknai tanda melalui hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Dalam kerangka ini, penanda mencakup citra bunyi serta gambaran mental yang muncul dari suatu bentuk. Sementara itu, petanda merujuk pada konsep dari citra bunyi maupun konsep dari gambaran mental tersebut. Adapun proses signifikasi merupakan hubungan yang menghubungkan kedua unsur tersebut sehingga membentuk makna yang dapat dipahami. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan teknik Ethnographic Content Analysis (ECA), yaitu peneliti melakukan analisis langsung dengan dokumen atau teks. Data penelitian berasal dari lima teks berita yang dipublikasikan pada periode 7–31 Oktober 2025, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MINA menampilkan penanda melalui pilihan diksi bernuansa kekerasan, angka korban, istilah genosida, serta gambaran kehancuran yang memunculkan citra bunyi dan citra mental tentang tragedi. Pada tingkatan petanda, makna yang terbentuk menggambarkan situasi krisis sebagai peristiwa kemanusiaan yang masif, tidak manusiawi, dan menimpa warga sipil secara sistematis. Proses signifikasi memperlihatkan bahwa bahasa yang digunakan MINA tidak hanya informatif, tetapi juga sarat nilai moral, religius, dan solidaritas umat Islam. Representasi ini menegaskan peran MINA sebagai media dakwah yang membangun empati dan kesadaran pembaca terhadap penderitaan Palestina.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika Saussure; MINA News; Penanda; Petanda; Signifikasi; Palestina |
| Subjects: | History of Modern Arab > History of Modern Palestine, Gaza Strip |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Abdul Halim Al Muhasiby |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 08:08 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 08:08 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128281 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



