Nurfalah, Faizal Bayu (2026) Nilai ekospiritual dalam kearifan lokal: Studi kasus pelestarian lingkungan oleh masyarakat adat Baduy. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (174kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (239kB) | Preview |
|
|
Text (SK PLAGIARISM)
3_sk bebas plagiarisme.pdf Download (223kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_BAB I.pdf Download (506kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (290kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (773kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (286kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (280kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (915kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis lingkungan global dan nasional yang semakin memprihatinkan akibat modernisasi dan industrialisasi yang berorientasi pada eksploitasi alam. Pandangan antroposentris telah mengikis nilai spiritual manusia terhadap alam, sehingga menimbulkan krisis ekologis yang berdimensi fisik dan spiritual. Dalam konteks ini, masyarakat adat Baduy menjadi contoh nyata komunitas yang berhasil menjaga keseimbangan ekologis melalui sistem nilai dan tradisi leluhur (pikukuh karuhun) yang menekankan kesederhanaan, harmoni, dan penghormatan terhadap alam. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji nilai-nilai ekospiritual dalam kearifan lokal masyarakat Baduy serta memahami bagaimana sistem kepercayaan mereka menopang pelestarian lingkungan. Penelitian ini juga berupaya menunjukkan relevansi nilai-nilai adat Baduy terhadap pengembangan paradigma pelestarian lingkungan berbasis spiritualitas dan budaya lokal. Kerangka berpikir penelitian ini berpijak pada teori Seyyed Hossein Nasr yang menyatakan bahwa krisis ekologi modern bersumber dari krisis spiritual manusia yang kehilangan pandangan sakral terhadap alam. Dalam perspektif ekospiritual, alam dipahami sebagai teofani atau manifestasi dari Nama-Nama Ilahi. Pandangan ini sejalan dengan keyakinan masyarakat Baduy yang menempatkan alam sebagai entitas sakral yang harus dijaga dalam keseimbangan kosmik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Data primer diperoleh dari masyarakat dan tokoh adat Baduy, sedangkan data sekunder berasal dari literatur yang relevan. Analisis dilakukan secara interpretatif terhadap simbol, nilai, dan praktik adat untuk menyingkap makna spiritual dalam perilaku ekologis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kepercayaan Sunda Wiwitan menempatkan alam sebagai bagian dari kehadiran Tuhan. Nilai-nilai seperti pelestarian leuweung kolot (hutan larangan), penolakan terhadap teknologi destruktif, dan gaya hidup sederhana mencerminkan kesadaran ekospiritual yang tinggi. Kesadaran tersebut menegaskan keterhubungan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu kesatuan spiritual yang harmonis. Dengan demikian, kearifan lokal masyarakat Baduy merupakan manifestasi konkret ekospiritualitas yang relevan sebagai model alternatif pelestarian lingkungan berkelanjutan berbasis nilai spiritual dan budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekospiritual; kearifan lokal; masyarakat adat Baduy; pelestarian lingkungan; tasawuf |
| Subjects: | Islam Islam > Sufi Orders Culture and Institutions Ecology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | faizal bayu nurfalah |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 07:38 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 07:38 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128293 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



