Amalia, Ilma (2026) Penafsiran ayat-ayat Ẓālim Li Nafsih dalam Al-Qur’an menurut Al-Alûsî dan m. Quraish shihab serta relevansinya dengan fenomena Self-Harm di kalangan remaja. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover Ilma.pdf Download (234kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abastrak ilma.pdf Download (215kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Bebas Plagiasi Ilma.pdf Download (462kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR IS1 ilma.pdf Download (246kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I ilma.pdf Download (718kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II ilma.pdf Restricted to Registered users only Download (856kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III ilma.pdf Restricted to Registered users only Download (379kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV ilma.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V ilma.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA ilma.pdf Restricted to Registered users only Download (369kB) |
Abstract
Fenomena self-harm atau tindakan melukai diri sendiri semakin banyak ditemukan di kalangan remaja. Dalam konteks Islam, perilaku ini dapat dikaitkan dengan konsep ẓālim li nafsih, yaitu tindakan yang merugikan diri sendiri, sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tafsir ayat-ayat ẓālim li nafsih menurut Al-Alûsî dan M. Quraish Shihab, serta menggali relevansinya dengan fenomena self-harm di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-komparatif. Jenis penelitian berupa kajian pustaka dengan data premier dari kitab tafsir Ruh al-Ma'ani karya Al-Alûsî dan Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, serta didukung oleh literatur terkait fenomena self-harm. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, sementara metode analisis menggunakan metode perbandingan tafsir (muqāran) yang ditawarkan oleh Al-Farmawy dan analisis psikologis dari dampak self-harm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Alûsî menafsirkan ẓālim li nafsih sebagai dosa yang merugikan diri sendiri, dengan menekankan aspek moral dan perlunya taubat untuk menghindari kesalahan lebih besar. Sementara itu, M. Quraish Shihab memberikan tafsir yang lebih kontekstual, mengaitkan konsep ini dengan faktor sosial dan psikologis, seperti ketidaktahuan, lemahnya kontrol diri, serta tekanan lingkungan. Keduanya sepakat bahwa ẓālim li nafsih adalah tindakan yang merugikan diri sendiri secara fisik, mental, dan spiritual, serta menekankan pentingnya taubat dan kesadaran spiritual untuk menghindarinya. Namun, Al-Alûsî lebih menyoroti aspek dosa dan pelanggaran terhadap perintah Allah SWT dengan pendekatan tekstual dan klasik, sedangkan M. Quraish Shihab menafsirkan konsep ini secara lebih kontekstual, mempertimbangkan faktor sosial dan psikologis. Shihab menekankan bahwa tekanan lingkungan, ketidaktahuan, dan lemahnya kontrol diri dapat menjadi penyebab seseorang menzalimi dirinya sendiri. Penafsiran ayat-ayat ẓālim li nafsih menurut Al-Alûsî dan M. Quraish Shihab memiliki relevansi dalam memahami fenomena self-harm di kalangan remaja. Al-Alûsî menekankan bahwa tindakan menyakiti diri sendiri tidak hanya merugikan secara fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis dan spiritual. M. Quraish Shihab menyoroti faktor psikologis, sosial, dan lingkungan sebagai penyebab utama self-harm.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ẓālim li nafsih; Tafsir Al-Qur’an; Al-Alûsî, M. Quraish Shihab; Self-harm Remaja. |
| Subjects: | Islam > Interpretation and Criticism of Koran Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Ilma Amalia |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:09 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:09 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/128530 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



