Sintesis dan karakterisasi nanokomposit Fe₃O₄ /CDots dengan metode Green-Synthesis menggunakan moringa oleifera dan kulit jeruk untuk aplikasi hipertermia magnetik

Kusumah, Sherly Mawarni (2026) Sintesis dan karakterisasi nanokomposit Fe₃O₄ /CDots dengan metode Green-Synthesis menggunakan moringa oleifera dan kulit jeruk untuk aplikasi hipertermia magnetik. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi sehingga diperlukan metode terapi alternatif yang lebih aman dan efektif. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah hipertermia magnetik berbasis nanomaterial, yang memanfaatkan kemampuan nanopartikel magnetik untuk menghasilkan panas menggunakan medan magnet bolak-balik. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis dan karakterisasi nanokomposit Fe₃O₄/CDots menggunakan metode green synthesis dengan memanfaatkan ekstrak daun Moringa oleifera sebagai agen pereduksi dan penstabil, serta carbon dots (CDots) dari kulit jeruk sebagai material pelapis. Nanokomposit Fe₃O₄/CDots dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk analisis gugus fungsi dan Photoluminescence (PL) untuk mengkaji sifat optik dan emisi cahaya. Selanjutnya, dilakukan pengujian hipertermia magnetik untuk menentukan nilai Specific Absorption Rate (SAR) dengan metode kalorimetri, menggunakan variasi massa nanopartikel sebesar 0,05; 0,075; 0,1; dan 0,125 gram serta variasi medan magnet 150, 200, dan 250 Oe. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi khas Fe–O serta gugus O–H, C=C, C–O, dan C–O–C yang mengindikasikan keberhasilan pembentukan nanokomposit Fe₃O₄/CDots. Karakterisasi PL menunjukkan bahwa CDots memiliki emisi cahaya biru keunguan, sedangkan pada nanokomposit Fe₃O₄/CDots terjadi penurunan intensitas emisi akibat efek quenching. Hasil pengujian hipertermia magnetik menunjukkan bahwa peningkatan kuat medan magnet menyebabkan peningkatan nilai SAR, sedangkan peningkatan massa nanopartikel cenderung menurunkan nilai SAR. Nilai SAR tertinggi sebesar 0,19698 W/g diperoleh pada massa 0,05 gram dengan medan magnet 250 Oe. Hasil ini menunjukkan bahwa nanokomposit Fe₃O₄/CDots hasil green synthesis berpotensi untuk aplikasi hipertermia magnetik sebagai terapi alternatif kanker.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Kanker; hipertermia magnetik; Fe₃O₄/CDots; green synthesis; Specific Absorption Rate (SAR)
Subjects: Physics > Research and Statistical Methods of Physics
Heat > Calorimetry, Heat Capacity
Medicine and Health > Medical Physics
Diseases > Tumors Diseases
Engineering > Composite Materials
Applied Physics
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Fisika
Depositing User: Sherly Mawarni Kusumah
Date Deposited: 16 Mar 2026 01:40
Last Modified: 16 Mar 2026 01:40
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129049

Actions (login required)

View Item View Item