Analisis terhadap akun Nahdlatul Ulama garis lucu di sosial media X dalam mengatasi radikalisme dunia digital

Rasyida, Dzulrizkia (2026) Analisis terhadap akun Nahdlatul Ulama garis lucu di sosial media X dalam mengatasi radikalisme dunia digital. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

INDONESIA: Perkembangan media sosial sebagai bagian dari transformasi komunikasi digital telah membawa tantangan baru dalam penyebaran paham keagamaan, termasuk meningkatnya radikalisme di ruang digital. Platform X (sebelumnya Twitter) menjadi salah satu medium yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi keagamaan yang bersifat eksklusif, provokatif, dan absolut. Kondisi tersebut menuntut hadirnya strategi dakwah digital yang mampu membangun kontra-narasi secara komunikatif, kontekstual, serta sesuai dengan karakter budaya digital. Dalam konteks ini, akun Nahdlatul Ulama Garis Lucu hadir sebagai fenomena dakwah digital yang menggunakan humor dan satire sebagai strategi komunikasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi komunikasi akun Nahdlatul Ulama Garis Lucu di media sosial X dalam menghadapi radikalisme di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, serta berpijak pada Teori Representasi Stuart Hall untuk memahami bagaimana makna keagamaan dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dipertukarkan melalui konten humor. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi unggahan berupa tweet, balasan, serta berbagai bentuk interaksi digital yang berkaitan dengan isu radikalisme dan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor dan satire yang digunakan oleh akun Nahdlatul Ulama Garis Lucu berfungsi sebagai praktik representasi yang efektif dalam membangun kontra-narasi terhadap wacana radikal. Melalui gaya bahasa yang ringan, penggunaan simbol budaya populer, serta kritik satiris, akun ini merepresentasikan Islam sebagai agama yang moderat, inklusif, dan toleran. Pendekatan tersebut tidak hanya melemahkan klaim kebenaran tunggal yang sering dikonstruksi oleh kelompok radikal, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran beragama yang lebih dialogis di ruang digital. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah digital berbasis humor dapat menjadi salah satu strategi alternatif dalam upaya pencegahan radikalisme di media sosial. Keaslian dan nilai kebaruan penelitian ini terletak pada analisis humor sebagai praktik representasi sekaligus sebagai alat kontra-radikalisme di platform X, yang masih relatif terbatas dalam kajian dakwah dan komunikasi keagamaan. . ENGLISH: The development of social media as part of digital communication transformation has brought new challenges in the dissemination of religious ideologies, including the increasing spread of radicalism in the digital sphere. The X platform (formerly Twitter) has become one of the media frequently used to disseminate religious narratives that are exclusive, provocative, and absolute. This condition requires the presence of digital da'wah strategies capable of building counter-narratives in a communicative, contextual manner and in accordance with the characteristics of digital culture. In this context, the Nahdlatul Ulama Garis Lucu account emerges as a phenomenon of digital da'wah that utilizes humor and satire as a strategy for religious communication. This study aims to analyze the role and communication strategies of the Nahdlatul Ulama Garis Lucu account on social media X in addressing radicalism in the digital space. This research employs a qualitative approach using the content analysis method and is grounded in Stuart Hall’s Representation Theory to understand how religious meanings are constructed, negotiated, and exchanged through humorous content. The research data were obtained through documentation of posts in the form of tweets, replies, and digital interactions related to issues of radicalism and religious moderation. The findings indicate that humor and satire used by the Nahdlatul Ulama Garis Lucu account function as effective representational practices in constructing counter-narratives against radical discourse. Through a light language style, the use of popular cultural symbols, and satirical criticism, this account represents Islam as a moderate, inclusive, and tolerant religion. This approach not only weakens the claims of absolute truth often constructed by radical groups but also encourages the development of a more dialogical religious awareness in the digital sphere. The implications of this research suggest that humor-based digital da'wah can serve as an alternative strategy in preventing radicalism on social media. The originality and contribution of this research lie in analyzing humor as a representational practice and as a tool for counter-radicalism on the X platform, which remains relatively limited in studies of da'wah and religious communication.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: dakwah digital; media sosial X; moderasi beragama Nahdlatul Ulama Garis Lucu; radikalisme digital; representasi
Subjects: Religious Education
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama
Depositing User: Dzulrizkia Rasyida
Date Deposited: 02 Apr 2026 03:29
Last Modified: 02 Apr 2026 03:29
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129218

Actions (login required)

View Item View Item