Israf dalam Al-Qur’an : Studi penafsiran tafsir ayat suci lenyepaneun menurut Moh.E.Hasim dan Al-Kitabul Mubin menurut KH.Muhammad Romli

Aulya, Maulinda (2026) Israf dalam Al-Qur’an : Studi penafsiran tafsir ayat suci lenyepaneun menurut Moh.E.Hasim dan Al-Kitabul Mubin menurut KH.Muhammad Romli. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Penelitian ini membahas Fenomena perilaku berlebih-lebihan dalam kehidupan modern, seperti pola konsumsi yang tidak terkendali, pemborosan harta, serta gaya hidup konsumtif, menunjukkan semakin menjauhnya masyarakat dari nilai-nilai etika Al-Qur’an. Salah satu konsep etika yang secara tegas dibahas dalam Al-Qur’an terkait persoalan tersebut adalah isrāf, yaitu perilaku melampaui batas yang dilarang oleh Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep isrāf dalam Al-Qur’an melalui studi penafsiran Tafsir Lenyepaneun karya Moh. E. Hasim dan Tafsir Al-Kitabul Mubin karya KH. Muhammad Romli, dua karya tafsir lokal Sunda yang memiliki pengaruh kuat dalam masyarakat. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah, yaitu bagaimana karakteristik Tafsir Lenyepaneun dan Tafsir Al-Kitabul Mubin, bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang isrāf dalam kedua tafsir tersebut serta persamaan dan perbedaan ayat tentang isrāf dalam kedua tafsir tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Metode tafsir yang digunakan adalah tafsīr maudhu‘i (tematik), dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan isrāf, baik yang secara eksplisit menyebut lafaz isrāf maupun ayat-ayat yang secara makna mengandung larangan berlebih-lebihan dan pemborosan. Ayat-ayat tersebut kemudian dianalisis melalui penafsiran dalam Tafsir Lenyepaneun dan Tafsir Al-Kitabul Mubin dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Analisis ini juga didukung oleh literatur tafsir klasik dan kontemporer serta kajian akademik yang membahas etika Qur’ani dan perilaku konsumsi dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Lenyepaneun dan Tafsir Al-Kitabul Mubin memiliki karakteristik yang berbeda namun saling melengkapi. Tafsir Lenyepaneun cenderung bersifat komunikatif, kontekstual, dan edukatif dengan pendekatan yang membumi dan dekat dengan realitas sosial masyarakat Sunda. Moh. E. Hasim menafsirkan isrāf sebagai pelanggaran terhadap prinsip keseimbangan dan kesederhanaan hidup yang berdampak pada kerusakan etika sosial. Tafsir Al-Kitabul Mubin menampilkan corak penafsiran yang lebih normatif dan tekstual, dengan penekanan kuat pada aspek akhlak dan kepatuhan terhadap syariat. KH. Muhammad Romli memaknai isrāf sebagai bentuk pelampauan batas yang dapat membawa manusia pada kerusakan moral dan kemurkaan Allah. Melalui analisis komparatif, penelitian ini menegaskan bahwa penafsiran isrāf dalam tafsir lokal Sunda tidak hanya berfungsi sebagai penjelasan normatif terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai etika Qur’ani dalam kehidupan masyarakat. Konsep isrāf dalam kedua tafsir tersebut relevan sebagai kontrol moral dalam menghadapi fenomena sosial kontemporer yang ditandai dengan perilaku konsumtif dan berlebihan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah kajian tafsir Nusantara serta menegaskan pentingnya peran tafsir lokal dalam membumikan nilai-nilai etika Al Qur’an secara kontekstual dan aplikatif.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Isrāf; Tafsir Sunda; Etika Al-Qur’an
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Maulinda Aulya
Date Deposited: 01 Apr 2026 03:54
Last Modified: 01 Apr 2026 03:54
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129311

Actions (login required)

View Item View Item