Kema'suman Nabi sebagai tolok ukur kritik sanad dan matan Hadis perspektif Muhammad al-Ghazali

Taufik, Taufik (2026) Kema'suman Nabi sebagai tolok ukur kritik sanad dan matan Hadis perspektif Muhammad al-Ghazali. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Full text not available from this repository. (Request a copy)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hadis yang secara sanad dinilai shahih namun mengandung narasi yang dianggap musykil (sulit dipahami akal), yaitu hadis tentang Nabi Musa yang memukul Malaikat Maut. Permasalahan utamanya adalah terjadinya kontradiksi etis dan teologis antara isi hadis tersebut dengan prinsip kema’suman Nabi (ismah) serta martabat kenabian yang luhur. Kurangnya kerangka kerja yang jelas dalam mengoperasikan prinsip kema’suman sebagai alat kritik matan yang sistematis menuntut adanya rekonstruksi metodologis dalam studi hadis kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kema’suman Nabi sebagai tolok ukur kritik matan hadis yang sistematis dan metodologis. Secara khusus, penelitian ini bermaksud untuk memahami kema’suman sebagai kriteria etis substantif serta menelusuri argumentasi spesifik Syeikh Muhammad Al-Ghazali dalam menolak hadis Nabi Musa memukul Malaikat Maut tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research). Sumber data primer yang digunakan adalah kitab karya Syeikh Muhammad Al-Ghazali yang berjudul As-Sunnah an-Nabawiyyah: Baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis. Teknik analisis data diterapkan melalui tahap inventarisasi, klasifikasi, dan analisis konten untuk menafsirkan makna ma’sumiyyah secara komparatif dengan kriteria kritik matan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Nabi Musa memukul Malaikat Maut secara teknis memenuhi kriteria keshahihan sanad karena rantai periwayatannya tersambung dan para perawinya kredibel. Namun, dari sisi matan, Muhammad Al-Ghazali menolak riwayat tersebut karena mengandung illah qadhihah (cacat fatal), yaitu bertentangan dengan prinsip kema’suman Nabi dan hakikat malaikat dalam Al-Qur’an. Temuan penelitian ini merumuskan kategori shahih al-sanad dha’if al-matn, di mana kema’suman Nabi bukan lagi sekadar doktrin teologis pasif, melainkan instrumen metodologis aktif untuk menjaga kemurnian Sunnah dari narasi yang mencederai integritas moral para Rasul.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Hadis; Ishmah; Musykil
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Taufik Taufik
Date Deposited: 10 Apr 2026 08:06
Last Modified: 10 Apr 2026 08:06
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/129740

Actions (login required)

View Item View Item