Ariyanti, Anisa Fatihah (2026) Penafsiran tentang memutuskan tali silaturahmi dalam kitab tafisr al-Misbah karya Quraish Shihab. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
This is the latest version of this item.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (192kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (145kB) |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIRASM)
3_keteranganbebasplagiarism.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (184kB) |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (329kB) |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (476kB) |
|
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (608kB) |
|
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (160kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) |
Abstract
Memutuskan tali silaturahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh islam, dan di anjuran untuk bersilaturahmi yang merupakan ajaran penting bagi masyarakat, agar hubungan sesama makin mendalam mulai dari kasih sayang dan tetap menjaga kebersamaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui penafsiran tentang ayat-ayat orang yang memutuskan hubungan tali silaturahmi serta dampak orang yang memutuskan hubungan silaturahmi menurut kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif yang menekankan kepada aspek pehamahan secara mendalam terhadap suatu masalah yang dikaji dengan melakukan library-research, yaitu menggunakan dari berbagai sumber sepwrti jurnal, artikel, buku, kitab tafsir, dan referensi lainnya yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian bahwa menurut Tafsir Al-Misbah silaturahmi bukan hanya kebiasaan sosial, namun kewajiban agama yang berasal dari tauhid dan fitrah manusia, serta sebagai tolak ukur kualitas iman seseorang. Maka dari itu, memutuskan hubungan tali silaturahmi mencerminkan lemahnya iman dan menjadi sumber kerusakan bagi sosial. Sehingga, silaturahmi bukan hanya kebiasaan sosial, namun anjuran agama yang menjadi fondasi dalam kehidupan. Berdasarkan penafsiran Quraish Shihab mengenai ayat-ayat yang berkaitan dengan memutuskan hubungan tali silaturahmi dapat disimpulkan dampak yang di akibatkan bagi diri sendiri maupun kalangan masyarakat, diantaranya yaitu: seperti melemahkan iman dan tauhid, terhalangnya rahmat dan petunjuk Allah, rusaknya tatanan sosial, memudarnya nilai-nilai akhlak, serta mendatangkan kerugian besar di dunia maupun akhirat. Sebaliknya, menjaga silaturahmi merupakan wujud yang nyata terhadap ketakwaan, tanda iman yang hidup dan jalan untuk mendapatkan keberkahan serta keharmonisan dalam kehidupan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Memutuskan; Silaturahmi; Tafsir Al-Misbah |
| Subjects: | Islam Islam > Interpretation and Criticism of Koran Islam Umum > Islam dan Bidang Lainnya Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ariyanti Anisa Fatihah |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 03:21 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 03:21 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130201 |
Available Versions of this Item
-
Penafsiran tentang memutuskan tali silaturahmi dalam kitab tafisr al-Misbah karya Quraish Shihab. (deposited UNSPECIFIED)
- Penafsiran tentang memutuskan tali silaturahmi dalam kitab tafisr al-Misbah karya Quraish Shihab. (deposited 20 Apr 2026 03:21) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |



