Wahyudi, Ahmad Zaky Ramadhian (2026) Peran Taman Ismail Marzuki dalam mengembangkan kesenian Islam di Indonesia tahun 1968-1998. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (42kB) |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (25kB) |
|
|
Text
3_sk bebas plagiarism.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
4_daftar isi.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (259kB) | Request a copy |
|
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (598kB) | Request a copy |
|
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (77kB) | Request a copy |
|
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (149kB) | Request a copy |
|
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (463kB) | Request a copy |
Abstract
Pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tahun 1968 menjadi tonggak penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia sebagai pusat kesenian modern yang memfasilitasi berbagai ekspresi seni. TIM tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan dan pameran, tetapi juga sebagai arena dialog antara seniman, masyarakat, dan negara. Salah satu aspek penting yang berkembang di TIM, namun relatif kurang mendapat perhatian akademik, adalah kesenian Islam. Sejak dekade 1970-an hingga 1990-an, berbagai bentuk seni Islam seperti teater bertema religius, musik Islami, seni rupa dan kaligrafi modern, sastra, serta diskusi keagamaan berkembang dan memperoleh ruang di TIM. Fenomena ini menunjukkan bahwa TIM berperan penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ruang budaya urban modern. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua permasalahan utama, yaitu bagaimana sejarah keberadaan Taman Ismail Marzuki dan bagaimana peran Taman Ismail Marzuki dalam mengembangkan kesenian Islam di Indonesia pada tahun 1968-1998. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses berdirinya dan perkembangan TIM sebagai institusi kebudayaan, serta menganalisis kontribusinya dalam memfasilitasi, membina, dan menyebarluaskan kesenian Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa proses tahapan meliputi: heuristik (pengumpulan sumber primer), kritik sumber (menilai keabsahan dan relevansi data), interpretasi (menafsirkan sumber secara historis), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan Taman Ismail Marzuki memiliki peran vital dalam mengembangkan kesenian Islam di Indonesia pada periode 1968-1998. TIM berfungsi sebagai ruang institusional yang menyediakan fasilitas pertunjukan, pameran, pendidikan, serta dokumentasi seni yang memungkinkan seniman Muslim mengekspresikan gagasan keislaman dalam format seni modern. Berbagai kegiatan seperti pameran kaligrafi modern, teater dan drama bertema Islam, konser musik Islami, sastra religius, serta diskusi kebudayaan menunjukkan bahwa kesenian Islam berkembang secara dinamis di TIM. Selain itu, keberadaan TIM turut memperluas audiens seni Islam, meningkatkan legitimasi estetika karya seniman Muslim dan mendorong terjadinya dialog antara tradisi Islam dan modernitas. Dengan demikian, TIM tidak hanya berperan sebagai pusat kesenian nasional, tetapi juga sebagai tempat penting dalam pembentukan dan transformasi kesenian Islam di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Taman Ismail Marzuki; kesenian Islam; seni modern |
| Subjects: | Islam > Islam and Arts Education, Research of Arts |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | zaky wahyudi |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 03:36 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 03:36 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130434 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



