Anshori, Aik Ikhsan (2025) Studi Asbabun Nuzul dalam konteks dinamika masyarakat qur'ani perpesktif tafsir Nuzuli Muhammad Izzah Darqazah. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (275kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (259kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Disertasi ini melakukan telaah terhadap kerangka epistemologis Asbâb al-Nuzûl dalam pemikiran tafsir Muhammad Izzah Darwazah, dengan mengedepankan sosio-historis yang menunjukkan bahwa al-Qur’an memiliki keterkaitan erat dengan dinamika sosial, kultural, dan politik masyarakat Arab pada masa pewahyuan, bukan hadir dalam kevakuman sejarah. Dalam konstruksi tafsirnya, Darwazah memposisikan Asbâb al-Nuzûl bukan sebagai catatan sejarah periferal, melainkan sebagai medium epistemologis utama atau “laboratorium orisinal” di mana wahyu ilahi diuji, diartikulasikan, dan diarahkan untuk merespon serta membentuk realitas sosial dalam masyarakat Qur’ani. Al-Qur’an dipahami sebagai sumber sejarah yang autentik, karena merepresentasikan esensi wahyu dan kondisi fundamental yang mengiringi proses pewahyuan. Representasi historisnya tidak berfokus pada detail duniawi artifisial, melainkan pada aspek substantif yang memiliki bobot normatif dan transformatif, sekaligus membangun kredibilitasnya sebagai wahyu ilahi dan legitimasi relasi ilahi-kenabian, relasi kemanusian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analitik hitoris interpretasi kontekstual, menelaah al-Tafsîr al-Hadîts beserta keseluruhan pemikiran Darwazah. Temuan menunjukkan bahwa ia menolak pendekatan tekstualistik, statis, dan ahistoris, serta mengkritik ketergantungan berlebihan pada riwayat yang mengabaikan konteks, termasuk hadits sahih sekalipun. Darwazah mengusung tafsir Adabîy Ijtimâ’îy yang menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman etis dan sosial yang hidup, serta menawarkan model tafsir kronologis yang mengikuti alur pewahyuan seiring perkembangan misi kenabian. Kerangka tafsirnya berakar pada sebelas prinsip fundamental, antara lain keterkaitan Al-Qur’an dengan sejarah kenabian, interaksi dengan lingkungan sosial Nabi, dan prinsip tafsîr al-Qur’ân bi al-Qur’ân. Sebagai studi kasus, Piagam Madinah dianalisis sebagai bukti konkret transformasi nilai-nilai Qur’ani ke dalam arsitektur sosial yang plural, inklusif, dan berkeadaban. Dengan demikian, Asbâb al-Nuzûl berperan sebagai bangunan epistemologis antara teks dan konteks, serta fondasi metodologis bagi pengembangan tafsir kontemporer yang berbasis kesadaran sejarah sesuai agenda misi kenabian.
| Item Type: | Thesis (Doktoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asbâb al-Nuzûl; Tafsir Kronologis; Tafsir Adabîy Ijtimâ’îy; Sosiologi Al-Qur’an |
| Subjects: | Islam Islam > Interpretation and Criticism of Koran Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Pascasarjana Program Doktor > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Ilham Nurfauzi |
| Date Deposited: | 04 May 2026 02:45 |
| Last Modified: | 04 May 2026 02:45 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



