Aziah, Nabila (2026) Kontekstualisasi keberanian Nabi Muhammad di era Post Truth: Analisis teori Double Movement Fazlur Rahman. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover Nabila.pdf Download (143kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak Nabila.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Lulus Plagiasi.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi Nabila.pdf Download (115kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab 1 Nabila.pdf Download (343kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab 2 Nabila.pdf Restricted to Registered users only Download (338kB) |
||
|
Text (BAB III)
Bab 3 Nabila.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Bab 4 Nabila.pdf Restricted to Registered users only Download (425kB) |
||
|
Text (BAB V)
Bab 5 Nabila.pdf Restricted to Registered users only Download (112kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar pustaka Nabila.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena era post-truth, yaitu kondisi ketika fakta objektif sering dikalahkan oleh opini, emosi, dan manipulasi informasi sehingga melemahkan keberanian moral dalam menyuarakan kebenaran. Nabi Muhammad saw merupakan figur teladan yang menunjukkan keberanian moral, intelektual, dan sosial dalam memperjuangkan kebenaran di tengah tekanan. Oleh karena itu, diperlukan kontekstualisasi nilai keberanian Nabi agar relevan dengan tantangan era post-truth. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang keberanian Nabi Muhammad, kemudian untuk mengetahui bagaimana keberanian Nabi Muhammad dapat dikontekstualisasikan dalam menghadapi era post truth. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif menggunakan teori double movement Fazlur Rahman. Metode ini dilakukan melalui dua tahap yang pertama yakni memahami konteks historis turunnya ayat, yang kedua merumuskan prinsip moral universal untuk diterapkan pada masa kini. Ayat yang dikaji antara lain Q.S. Al-Maidah ayat 67, Q.S. Al-Hijr ayat 94-95, Q.S. Al-Ahzab ayat 37, dan Q.S. Al-An’am ayat 33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian Nabi mencakup keberanian menyampaikan kebenaran dalam konteks menyampaikan wahyu, keberanian bedakwah di ruang public dalam konteks peralihan dakwah sembunyi ke dakwah terbuka, keberanian menegakkan kebenaran wahyu dalam konteks tradisi sosial arab, dan keteguhan moral dalam konteks menghadapi pendustaan dan diinformasi. Prinsip universal yang dihasilkan adalah keberanian berpihak pada kebenaran, keberanian menjaga integritas moral, keberanian bertanggung jawab di ruang public, dan keberanian menghadapi tekanan opini mayoritasi. Dalam era post-truth, nilai tersebut diwujudkan melalui sikap penolakan terhadap hoaks, Berpihak pada Fakta Meski Tidak Populer, Menolak Politik Identitas serta keberanian menjaga kebenaran di ruang publik. Dengan demikian, teori double movement memungkinkan nilai keberanian Nabi tetap relevan dan aplikatif dalam menghadapi krisis kebenaran kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keberanian Nabi Muhammad; Post-Truth; Al-Qur’an; Double Movement; Fazlur Rahman |
| Subjects: | Islam Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Neng Nabila Azkiah |
| Date Deposited: | 06 May 2026 04:18 |
| Last Modified: | 06 May 2026 04:18 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130824 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



