Nursafitri, Hera (2026) Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui objek Wisata Mata Air Cimutan (Asset Based Community Development di Desa Kasomalang Kulon, Subang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
01_cover.pdf Download (155kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
02_abstrak.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
03_keterangan bebas plagiarism.pdf Download (131kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
04_daftar isi.pdf Download (159kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
05_bab 1.pdf Download (380kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
06_bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (437kB) |
||
|
Text (BAB III)
07_bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (603kB) |
||
|
Text (BAB IV)
08_bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (131kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
09_daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (186kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Objek wisata berbasis sumber daya alam di wilayah pedesaan memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wisata Mata Air Cimutan yang berada di Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang merupakan salah satu destinasi wisata yang dikelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. Sejak pengelolaannya dialihkan kepada BUMDes pada tahun 2021, wisata ini mengalami perkembangan dan mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga aspek utama, yaitu kesadaran masyarakat dalam pengelolaan wisata, tingkat partisipasi dalam pengembangan desa wisata, serta hasil yang dirasakan setelah keberadaan Objek wisata Mata Air tersebut. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada konsep pemberdayaan Zimmerman (2000) yang menekankan bahwa pemberdayaan merupakan proses internal komunitas yang bersifat multidimensi, mencakup aspek intrapersonal, interaksional, dan perilaku. Pendekatan ini diperkuat oleh konsep Asset Based Community Development (ABCD) dari Kretzmann dan McKnight (1993) yang berfokus pada pemanfaatan potensi dan aset lokal sebagai dasar pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan berdasarkan pendekatan kualitatif interpretatif. Pengumpulan data melibatkan tiga teknik utama: observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposif, terdiri dari pemerintah desa, pengelola BUMDes, pengelolala objek wisata, tokoh masyarakat, dan juga beberapa warga yang terlibat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan berurutan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki kesadaran kolektif terhadap potensi alam dan terlibat aktif dalam pengelolaan wisata, baik sebagai pengelola tiket, petugas kebersihan, pengelola parkir, maupun pelaku usaha. Dampak yang dirasakan meliputi peningkatan pendapatan, munculnya usaha mikro baru, bertambahnya lapangan kerja, serta meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya desa secara mandiri. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pemberdayaan ekonomi berbasis aset lokal yang sejalan dengan nilai-nilai pembangunan masyarakat Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberdayaan Ekonomi; Asset Based Community Development (ABCD); Partisipasi Masyarakat; Pariwisata Berbasis Masyarakat |
| Subjects: | Communities |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Hera Nursafitri |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:21 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:21 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131060 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



