Hukum mufaraqah dalam shalat berjamaah menurut Madzhab Syafi'i dan Madzhab Hanbali

Wiharja, Jaja (2026) Hukum mufaraqah dalam shalat berjamaah menurut Madzhab Syafi'i dan Madzhab Hanbali. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
Cover (2).pdf

Download (380kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstract.pdf

Download (464kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME)
WhatsApp Image 2026-05-11 at 18.20.37.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi.pdf

Download (378kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
Bab 1 (1).pdf

Download (723kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
Bab 3 (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (393kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
Bab 4 (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (682kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
Bab 5 (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (382kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Dapus (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (394kB) | Request a copy

Abstract

Shalat berjamaah dalam Islam mensyaratkan keterikatan antara imam dan makmum, namun fenomena mufaraqah (pemisahan diri di tengah shalat) kian sering terjadi di era modern. Perbedaan pandangan antara Madzhab Syafi'i dan Hanbali dalam menghukumi hal ini, yang berakar dari perbedaan status hukum shalat berjamaah itu sendiri, mendorong perlunya kajian komparatif khusus mengenai masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pandangan Madzhab Syafi'i tentang hukum mufaraqah dalam shalat berjamaah; (2) mengetahui pandangan Madzhab Hanbali tentang hukum mufaraqah dalam shalat berjamaah; dan (3) menganalisis perbedaan pandangan antara Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali tentang hukum mufaraqah dalam shalat berjamaah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komparatif (muqaranah al-madzahib), yakni membandingkan pandangan dua madzhab besar untuk menemukan titik persamaan dan perbedaa. Adapun metode yang diterapkan adalah metode deskriptif analisis, yaitu dengan terlebih dahulu mendeskripsikan pandangan masing-masing madzhab secara objektif berdasarkan sumber primernya, kemudian menganalisis dalil-dalil, metode istinbath, dan implikasi hukum yang dihasilkan secara kritis dan mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik library research, yakni dengan mengidentifikasi data dari kitab-kitab primer kedua madzhab. Teori yang digunakan adalah teori ikhtilaf, yang diterapkan melalui tiga langkah: mengidentifikasi titik pangkal perbedaan, menganalisis metode pengambilan hukum serta menarik titik temu dan titik beda (muqaranah). Madzhab Syafi'i membolehkan mufaraqah tanpa uzur karena memandang shalat berjamaah hanya sebagai fadilah atau fardhu kifayah, sehingga shalatnya tetap sah. Sebaliknya, Madzhab Hanbali yang mewajibkan shalat berjamaah (wajib 'ain) menilai mufaraqah tanpa uzur dapat membatalkan shalat, dan mensyaratkan adanya at-tamyiz bil-ta'jil (percepatan shalat yang nyata). Meski berbeda, kedua madzhab sepakat membolehkan mufaraqah karena uzur syar'i dan mewajibkan niat mufaraqah saat imam diketahui batal shalatnya karena hadats. Kesimpulan penelitian ini adalah Madzhab Syafi’i membolehkan mufaraqah tanpa adanya uzur, sedangkan Madzhab Hanbali tidak membolehkan dan membatalkan shalat. Keduanya sepakat bahwa mufaraqah dengan uzur itu diperbolehkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: TIDAK ADA LAMPIRAN
Uncontrolled Keywords: Mufaraqah; Shalat Berjamaah; Madzhab Syafi'i; Madzhab Hanbali; Fiqih Muqaran
Subjects: Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum
Depositing User: Jaja Wiharja
Date Deposited: 18 May 2026 01:22
Last Modified: 18 May 2026 01:22
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131340

Actions (login required)

View Item View Item