Kesetaraan gender dalam Al-Qur’an menurut Kiai Husein dalam buku ijtihad: Upaya membangun keadilan gender

Mujahadah, Imam Musyaffa (2026) Kesetaraan gender dalam Al-Qur’an menurut Kiai Husein dalam buku ijtihad: Upaya membangun keadilan gender. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_SK bebas plagiarism.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftar isi.pdf

Download (29kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_BAB I.pdf

Download (352kB) | Preview
[img] Text
6_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img] Text
7_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (174kB)
[img] Text
8_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (448kB)
[img] Text
9_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (95kB)
[img] Text
10_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB)

Abstract

Gender merupakan sebuah topik yang sangat hangat diperbincangkan dari generasi ke generasi. Kesetaraan gender merupakan salah satu aspek utama dalam ajaran Islam. Hal ini tercermin dari banyaknya ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. yang membahas tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini memicu adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama. Mayoritas ulama klasik berpendapat bahwa laki-laki memiliki kelebihan dibandingkan perempuan dalam aspek-aspek tertentu, seperti tanggung jawab memberikan nafkah dan perlindungan. Pandangan ini kerap didasarkan pada QS. An-Nisa ayat 34. Akan tetapi pandangan tersebut mungkin kurang relevan jika diterapkan pada masa kini, terutama di negara Indonesia yang menegakkan nilai-nilai demokrasi, termasuk kebebasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Husein Muhammad menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan dalam buku ijtihad : upaya membangun kesetaraan gender. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan bagaimana relevansi penafsiran Kiai Husein Muhammad dalam konteks sosial-budaya pada masa kini. Penelitian yang dilakukan penulis melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bersifat deskriftif-analisis, memiliki sumber data primer yaitu buku “Ijtihad: Upaya Membangun Keadilan Gender” karya Kiai Husen Muhammad. Adapun sumber pendukung dari penelitian ini adalah kitab-kitab, buku-buku dan karya tulis ilmiah berupa artikel jurnal dan karya tulis lainnya yang membahas keadilan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa tafsiran Kiai Husen Muhammad dalam bukunya “Ijtihad: Upaya Membangun Keadilan Gender” bersifat dinamis. Menjembatani antara prinsip-prinsip tekstual dengan kebutuhan realitas modern. Pendekatan ini menjadikan interpretasi yang tidak terjebak pada literasi teks, namun tetap setia pada esensi ajaran Al-Qur’an. Lebih lanjut, ayat-ayat yang selama ini dipahami sebagai legitimasi dominasi laki-laki dalam keluarga atau masyarakat diuji kembali melalui lensa konteks kontemporer dan prinsip kesetaran gender. Tafsir Husein Muhammad menghadirkan pembacaan ulang Al-Quran yang responsif terhadap realitas sosial modern tanpa mengubah teks, dengan menekankan bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan seharusnya dibangun atas dasar kesetaraan, kemitraan, keadilan, dan saling menghormati.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Al-Qur’an; Keadilan Gender
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Al-Hadits dan yang Berkaitan
Social Groups > Gender
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Imam Musyaffa Mujahadah
Date Deposited: 03 Jun 2026 07:22
Last Modified: 04 Jun 2026 03:38
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131837

Actions (login required)

View Item View Item