Tata kelola kolaboratif (Collaborative Governance) dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot di Kelurahan Cisaranten Kulon

Hendari, Neuneu (2026) Tata kelola kolaboratif (Collaborative Governance) dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot di Kelurahan Cisaranten Kulon. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarisme.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (310kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (226kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB) | Request a copy
[img] Text
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan Cisaranten Kulon. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pengolahan limbah organik menggunakan maggot atau lPermasalahan sampah organik masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan Cisaranten Kulon. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pengolahan limbah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly yang mampu mengurai sampah secara cepat dan memiliki nilai ekonomi. Pelaksanaan program ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak melalui kerja sama yang terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola kolaboratif dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot di Kelurahan Cisaranten Kulon. Analisis menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008) yang meliputi empat dimensi utama, yaitu starting conditions, institutional design, facilitative leadership, dan collaborative process. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah kelurahan, pengelola rumah maggot, serta masyarakat yang terlibat dalam program pengelolaan limbah organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot telah berjalan, namun belum optimal. Kendala utama meliputi partisipasi masyarakat yang belum merata serta keterbatasan koordinasi antar pihak. Oleh karena itu, penguatan komunikasi, komitmen bersama, dan dukungan kelembagaan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. arva Black Soldier Fly yang mampu mengurai sampah secara cepat dan memiliki nilai ekonomi. Pelaksanaan program ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak melalui kerja sama yang terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola kolaboratif dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot di Kelurahan Cisaranten Kulon. Analisis menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008) yang meliputi empat dimensi utama, yaitu starting conditions, institutional design, facilitative leadership, dan collaborative process. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah kelurahan, pengelola rumah maggot, serta masyarakat yang terlibat dalam program pengelolaan limbah organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot telah berjalan, namun belum optimal. Kendala utama meliputi partisipasi masyarakat yang belum merata serta keterbatasan koordinasi antar pihak. Oleh karena itu, penguatan komunikasi, komitmen bersama, dan dukungan kelembagaan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Collaborative Governance; Limbah Organik; Maggot; Kolaborasi
Subjects: Public Administration
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik
Depositing User: Neuneu Hendari
Date Deposited: 02 Jun 2026 03:45
Last Modified: 02 Jun 2026 03:45
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131885

Actions (login required)

View Item View Item