Konsep eksistensi manusia : Studi komparatif pemikiran Jalaluddin Rumi dan Martin Heidegger

Nasrullah, Muhamad Fauzan (2026) Konsep eksistensi manusia : Studi komparatif pemikiran Jalaluddin Rumi dan Martin Heidegger. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER (5).pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK (1).pdf

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SUKET BEBAS PLAGIARISM)
1221010063 Muhamad Fauzan Nasrullah - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme (2).pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI (1).pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB 1 (1).pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB 2 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[img]
Preview
Text (BAB III)
BAB 3 (1).pdf

Download (239kB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB 4 (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (522kB)
[img] Text (BAB V)
BAB 5 (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (291kB)

Abstract

Kehidupan manusia modern saat ini berada dalam situasi yang serba cepat, kompetitif, dan terhubung secara digital, namun kondisi tersebut tidak selalu diiringi dengan kedalaman refleksi terhadap makna keberadaannya. Perkembangan modernitas telah mendorong manusia pada kehidupan yang cenderung mekanis, individualistik, dan berorientasi material, sehingga banyak individu mengalami kehampaan batin, kecemasan, keterasingan diri, dan krisis makna hidup. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa manusia modern tidak hanya menghadapi persoalan sosial dan material, tetapi juga persoalan eksistensial yang berkaitan dengan kesadaran diri dan pemaknaan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep eksistensi manusia dalam pemikiran Jalaluddin Rumi dan Martin Heidegger, serta mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh mengenai eksistensi manusia. Kerangka berpikir dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat komparatif dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembahasan eksistensial. Pemikiran Jalaluddin Rumi dipahami melalui pendekatan sufistik yang menekankan perjalanan batin, kesadaran diri (ma’rifah), cinta (ishq), dan pencarian makna spiritual. Sementara itu, pemikiran Martin Heidegger dipahami melalui konsep Dasein, being-in-the-world, autentisitas, dan being-toward-death sebagai bentuk kesadaran manusia terhadap keberadaannya. Penelitian ini kemudian membandingkan kedua pemikiran tersebut untuk melihat persamaan dan perbedaan konsep eksistensi manusia yang dibangun oleh masing-masing tokoh. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode studi komparatif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari karya Jalaluddin Rumi seperti Fīhi Mā Fīhi dan karya Martin Heidegger Being and Time, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pemikiran kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalaluddin Rumi dan Martin Heidegger sama-sama memandang eksistensi manusia sebagai proses kesadaran diri dan pencarian makna hidup. Keduanya menolak kehidupan yang dijalani secara mekanis tanpa refleksi terhadap keberadaan manusia. Persamaan keduanya terlihat pada pentingnya kesadaran diri, pengalaman kegelisahan, dan pencarian makna hidup yang autentik. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam memahami eksistensi manusia. Rumi memandang eksistensi manusia melalui pendekatan spiritual dan sufistik yang berorientasi pada perjalanan batin menuju kesadaran ruhani dan cinta Ilahi. Sementara itu, Heidegger memahami eksistensi manusia melalui pendekatan fenomenologi-ontologis dengan menekankan kesadaran manusia terhadap keberadaannya di dunia dan keterbatasannya sebagai makhluk yang menuju kematian (being-toward-death). Dengan demikian, pemikiran kedua tokoh menunjukkan bahwa eksistensi manusia tidak hanya berkaitan dengan keberadaan fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran diri dan pencarian makna hidup secara mendalam.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Eksistensi Manisia; Jalaluddin Rumi; Martin Heidegger; Kesadaran Diri; Makna Hidup
Subjects: Theory of Philosophy
Biography, Obituary > Philosopy and Theory of Biography
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat
Depositing User: Muhamad Fauzan Nasrullah
Date Deposited: 09 Jun 2026 03:35
Last Modified: 09 Jun 2026 03:36
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132262

Actions (login required)

View Item View Item