Analisis makna kata iṣlāḥ dalam Al-Qur’an: Kajian semantik ensiklopedik dan implikasinya terhadap perbaikan kehidupan manusia dan lingkungan

Malik, Olik Abdul (2026) Analisis makna kata iṣlāḥ dalam Al-Qur’an: Kajian semantik ensiklopedik dan implikasinya terhadap perbaikan kehidupan manusia dan lingkungan. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_Cover.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_Abstrak.pdf

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_SK Bebas Plagiarism.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_Daftar Isi.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_BAB I.pdf

Download (490kB) | Preview
[img] Text
6_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB) | Request a copy
[img] Text
7_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (360kB) | Request a copy
[img] Text
8_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (932kB) | Request a copy
[img] Text
9_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (272kB) | Request a copy
[img] Text
10_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB) | Request a copy

Abstract

Fenomena kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan krisis moral menunjukkan semakin jauhnya manusia dari prinsip keseimbangan hidup yang diajarkan Al-Qur’an. Dalam perspektif Al-Qur’an, kondisi tersebut dipahami sebagai bentuk fasād yang bertentangan dengan nilai-nilai iṣlāḥ. Di satu sisi, Al-Qur’an menempatkan iṣlāḥ sebagai konsep perbaikan yang mencakup dimensi spiritual, moral, sosial, dan lingkungan. Di sisi lain, realitas kehidupan modern masih menunjukkan berbagai bentuk kerusakan yang mengancam kehidupan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk memahami makna kata iṣlāḥ dalam Al-Qur’an serta implikasinya terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dasar kata iṣlāḥ dan derivasinya dalam Al-Qur’an, mengkaji makna relasionalnya pada masa pra-Qur’anik, Qur’anik, dan pasca-Qur’anik, serta merumuskan konsep iṣlāḥ dan implikasinya terhadap perbaikan kehidupan manusia dan lingkungan melalui pendekatan semantik ensiklopedik. Penelitian ini berangkat dari sebuah pemikiran bahwa kata iṣlāḥ dalam Al-Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai perdamaian atau rekonsiliasi konflik, tetapi memiliki cakupan makna yang lebih luas dan kompleks. Oleh karena itu, pendekatan semantik ensiklopedik digunakan untuk mengungkap perkembangan makna kata iṣlāḥ secara menyeluruh melalui analisis makna dasar, makna relasional, medan makna kata iṣlāḥ sehingga dapat dipahami secara lebih menyeluruh dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kata iṣlāḥ dan derivasinya, sedangkan data sekunder berupa kamus bahasa Arab, syair Arab Jahiliyyah (Dīwān), kitab tafsir, buku, jurnal, dan sumber relevan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik studi dokumentasi, kemudian teknik analisis data menggunakan pendekatan semantik ensiklopedik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata iṣlāḥ dan derivasinya dalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 180 kali dalam 54 surat dengan 41 bentuk berbeda yang tersebar dalam 170 ayat. Makna dasar kata iṣlāḥ merujuk pada segala bentuk perbaikan yang berlawanan dengan fasād, yaitu menghilangkan kerusakan, memperbaiki sesuatu setelah rusak, serta menjadikannya berada dalam keadaan baik dan seimbang. Pada masa pra-Qur’anik, iṣlāḥ berkaitan dengan perdamaian, rekonsiliasi, keamanan, dan kehormatan sosial. Pada masa Qur’anik, kata iṣlāḥ berelasi dengan berbagai term seperti fasād, īmān, taqwā, taubah, ‘adl, ma‘rūf, ikhwah, al-yatāmā, nusyūz, dan syiqāq yang membentuk medan semantik perbaikan dalam Al-Qur’an. Adapun pada masa pasca-Qur’anik, iṣlāḥ berkembang menjadi konsep yang berorientasi pada kemaslahatan, rekonsiliasi, dan berbagai bentuk perbaikan kehidupan. konsep iṣlāḥ dalam Al-Qur’an meliputi perbaikan diri, perdamaian dan penyelesaian konflik, perbaikan amal dan kualitas kehidupan, serta pemeliharaan dan perbaikan lingkungan. Konsep tersebut berimplikasi terhadap kehidupan manusia dalam bentuk etika relasi sosial, kontrol moral individu, keadilan sosial, dan reformasi sosial. Adapun terhadap lingkungan, iṣlāḥ berimplikasi sebagai prinsip etika lingkungan, tanggung jawab kekhalifahan manusia, pencegahan fasād fī al-arḍ, serta pembangunan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: tidak ada lampiran
Uncontrolled Keywords: iṣlāḥ; Al-Qur’an; semantik ensiklopedik
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Ecology
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Olik Abdul Malik
Date Deposited: 22 Jun 2026 01:25
Last Modified: 22 Jun 2026 04:10
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132912

Actions (login required)

View Item View Item